Kuliner Magelang Sop Empal

Candi Borobudur sebagai “Situs Warisan Dunia UNESCO di Indonesia” terletak di kecamatan Borobudur kabupaten Magelang Jawa Tengah menjadi objek wisata favorit bagi wisatawan. Pada umumnya, setelah berkunjung ke lokasi wisata di Yogyakarta sebagai tambahan lokasi wisata selanjutnya yang dikunjungi adalah candi Borobudur. Lokasi candi +- 40 km dari pusat kota Yogyakarta dapat ditempuh dengan kendaraan umum, bis kota Trans Jogja yang melalui jalan-jalan utama kota kemudian naik yang ke arah terminal Jombor. Dari terminal Jombor terdapat bis dengan rute Jogya – Borobudur.

Untuk menghindari sengatan panas matahari, candi Borobudur lebih nyaman dikunjungi pada pagi hari atau sore hari. Apabila berangkat pagi dari arah Yogyakarta dengan kendaraan pribadi, kuliner Magelang yang tepat adalah sop empal Bu Haryoko yang buka mulai pukul 06.00 s.d. 14.00. Setiap hari, sejak pagi hari hingga siang hari warung makan ini ramai dikunjungi orang dari berbagai kota dengan mengenali dari nomor plat nomor mobil yang parkir di sekitar warung.

Keunikan sop empal Bu Haryoko adalah isi sop yang hanya mie putih dan kol bulat (kubis) namun rasanya maknyus dan empal yang empuk. Empal berbahan daging sapi direbus dalam panci besar kapasitas 30-50 kg dalam waktu lebih dari enam jam lalu digoreng. Cara tradisional dalam memasak dipertahankan, resep turun-temurun dari neneknya, menjadikan rasa empal berbeda dengan yang daging direbus dalam panci bertekanan (presto) karena bumbu-bumbu meresap ke serat-serat daging.

Lanjutkan membaca “Kuliner Magelang Sop Empal”

Wamena Papua yang Sesungguhnya

Pada suatu perjalanan aku berjumpa dengan traveller dari Spanyol dan bercakap-cakap tentang Papua. Dia bertanya, “Apakah anda pernah ke Wamena?” belum jawabku. Dia mengatakan, Wamena adalah Papua yang sesungguhnya. Kota-kota Jayapura, Timika, dan Sorong tidak ada bedanya dengan kota-kota di belahan dunia lain yang tersedia restoran waralaba internasional dan jaringan perusahaan global. Wamena itu unik dan menarik yang tidak ada di belahan dunia yang lain. Sejak itu keinginan aku ke Wamena semakin menggebu-gebu.

Persiapan diawali menyusun rencana dan mencari maskapai penerbangan termurah, tanya kesana-kemari. Akhirnya mendapat tiket dengan biaya termurah berkat bantuan dari teman-teman di jaringan pertemanan. Tiket pergi pulang telah dipegang, kamera telah diisi penuh baterainya, dikosongkan media penyimpannya.

Keinginan tercapai dengan berhasil mendarat di Bandara Wamewa.

Gambar di bawah ini.

Lanjutkan membaca “Wamena Papua yang Sesungguhnya”