Tahu Pojok Magelang

Tahu Pojok adalah sebutan warung yang menjual kupat tahu makanan khas Magelang. Dikenal tahu pojok karena pada mulanya letak warung di pojok alun-alun Magelang yang berdiri sejak tahun 1952. Sekarang letak warung tahu pojok di Jalan Tentara Pelajar kios no 14 Magelang,  jalan satu arah dari arah Akademi Militer (Akmil) menuju alun-alun kota Magelang. Warung dicat warna kuning yang sebelumnya hijau, tepatnya di depan bank Mandiri Syariah. Pemilik warung yang menjual menu kupat tahu ini Bu Setu.

Beberapa warung yang menjual menu serupa di kios dekat tahu pojok, Jalan Tentara Pelajar sama nikmatnya tetapi menurut selera saya yang paling tepat adalah tahu pojok Bu Setu. Beberapa pengunjung dari luar kota di warung ini selain makan nampaknya mengenang kembali masal lalu ketika di Magelang. Nampaknya zaman dulu mereka mengantar kerabatnya atau siswa di Akmil dan warung pojok lah tempat makan favorit pada masanya maka ketika kini mereka menjadi pejabat mengunjungi dan makan kembali di warung itu lagi. Salah satu mantan pejabat negara fotonya ketika mengunjungi warung, terpampang di warung tahu pojok.

Kupat tahu tentu saja isinya ketupat dan tahu. Tahu digoreng dengan api dari arang lalu dipotong-potong, ditambah sayur-sayuran, kubis, tauge, dan bawang goreng lalu disiram bumbu/sambal kacang, gula merah dan disajikan dengan ketupan. Tingkat kepedasan, tidak pedas, sedang, dan pedas dapat diminta sebelum makanan disajikan. Lezat sekali rasanya, apalagi dimakan dengan lauk sate udang goreng seharga Rp 2.000 per tusuk.

Berapa sih harga seporsi kupat tahu?

Lanjutkan membaca “Tahu Pojok Magelang”

Kuliner Magelang Iwak Kali

Kuliner Magelang pada saat melalui Jalan Raya Magelang – Yogyakarta dari arah Semarang atau dari arah Borobudur, salah satunya adalah warung makan Purnama. Warung makan Purnama terletak di pinggir sungai Pabelan, gang kecil sebelum jembatan Pabelan di kecamatan Muntilan kabupaten Magelang. Dari arah gang ini lalu lalang truk pengangkut pasir yang pengemudinya juga menjadi langganan warung makan Purnama. Seperti pada umumnya warung yang melayani sopir truk yang butuh banyak karbohidrat, pada warung ini volume nasi satu piring penuh, maka bila terbiasa makan nasi dengan volume sedikit sebaiknya minta nasi separuh porsi saja. Suasana warung sederhana, kursi pada jam makan siang kadang-kadang antri di antara kepulan asap rokok pengunjung yang berasal dari berbagai kalangan.

Ada suatu yang berbeda dengan warung ini dari warung lainnya. Mobil-mobil plat nomor luar kota banyak berjajar di pelataran parkir. Di samping harga murah yang membuat warung ramai pengunjung adalah rasa. Sebagai tolok ukur keramaian pengunjung dapat sebagai indikator masakan, jika pelataran parkir ramai dengan sepeda motor plat nomor lokal maka biasanya murah, tetapi jika ramai dengan mobil plat nomor luar kota setempat, dan ada mobil kategori harga di atas 300 jutaan biasanya rasa makanan enak.

Harga makanan di warung ini murah dan menu pun beragam. Lauk terdiri dari ayam goreng, burung dara goreng, ikan bawal, mujair, gurami, lele, wader/bader, udang air tawar dan lain-lain. Menu ikan lele atau bawal dimasak santan pedas (mangut) salah satu masakan yang disukai pengunjung dan udang goreng. Di warung tersebut, saya suka menu iwak kali (ikan air tawar), udang goreng dan bawal yang dimasak santan pedas. Udang goreng dan wader dijual pula dalam plastik bening seharga Rp 17.500. 

Berapa uang yang dibelanjakan agar dapat makan kenyang di warung Purnama?

Lanjutkan membaca “Kuliner Magelang Iwak Kali”