Pantai Oetune

Oetune adalah nama Desa di Kecamatan Kualin, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur, nama pantai sama dengan nama desa letak pantai ini. Pantai ini dapat dijangkau dari ibu kota Provinsi, kota Kupang kurang lebih 3 jam perjalanan kendaraan bermotor dengan jarak 125 km. Dari Kupang, jalan yang dilalui jalan nasional Trans Timor atau Timor Raya, setelah memasuki wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan melewati jalan kecamatan sampai di Oetune.

Nama-nama daerah, desa, kecamatan,  di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur bagian barat, banyak sekali yang diawali dengan kata “Oe” yang artinya dalam bahasa Dawan adalah air. Contohnya, Oeba,  Oebaki. Oebelo, Oebesi, Oebobo, Oebola, Oebufu, Oefafi, Oefeto, Oehela, Oehala, Oemolo, Oeleon, Oelnasi, Oelomin, Oemofa, Oenino, Oenoni, Oepura, Oesapa, Oesao, dan masih banyak lagi. Meskipun pada saat musim kemarau wilayah di Pulau Timor sering kekeringan, air bersih yang terbatas, nama-nama daerah mengandung unsur kata “air”.

Pasir di pantai Oetune

Persiapan ke sana di awal harus lengkap bekal, kebutuhan selama perjalanan, makanan, minuman, dan BBM diisi penuh karena SPBU di sepanjang jalan yang dilalui tidak buka 24 jam, buka mulai pukul 08.00 waktu setempat. Minimarket jaringan waralaba buka pukul 07.00 itu pun hanya ada di jalan Nasional. Tidak banyak warung di sepanjang jalan yang menjual minuman, buka kurang lebih pukul 08.00 juga. Rumah Makan Padang Persada yang menjual masakan halal, buka pukul 07.00 sampai 22.00 di jalan Oesao – Bokong selalu menjadi langganan saya saat melewati jalur Trans Timor.

Kapan waktu ideal ke Oetune?

Waktu yang ideal menurut saya pukul 06.00-09.00 sudah di lokasi. Apabila setelah jam tersebut akan sangat panas sinar matahari menyengat kulit. Meskipun loket buka pukul 08.00 pengunjung dapat masuk dan bayar setelah pulang. Jika menunggu loket buka, Anda pasti kehilangan kesempatan momen bagus pemandangan yaitu saat matahari terbit dan terbenam. Paling bagus ke pantai Oetune saat angin sedang kencang, karena bekas telapak kaki di pasir akan pulih setelah ada angin kencang dalam sekali hembusan. Namun saat angin tak kencang, bekas telapak kaki akan tetap membekas di pasir dan pola di pasir kurang bagus. Angin kencang bermanfaat untuk fotografi tapi berisiko mata kelilipan, pasir beterbangan menerpa wajah, kacamata diperlukan saat angin kencang. Datang semakin pagi, makin sedikit orang yang datang ke situ, pemandangan akan lebih indah karena bekas telapak kaki di pasir belum ada.

Jika ke sana di akhir pekan, biasanya ada anak-anak usia sekolah dasar yang memandu pengunjung, membantu memotret, menunjukkan lokasi foto yang bagus, mengarahkan gaya, layaknya fotografer profesional. Hasilnya pun lumayan bagus. Mereka tidak meminta tarif tertentu namun menerima seikhlasnya pemberian pengunjung.

Apa yang unik dan indah di Oetune?

Hembusan angin di pasir yang lembut membentuk tekstur dan pola yang indah. Anda dapat mengambil gambar mode dekat tekstur, pola teratur tersebut. Indah juga untuk fotografi landscape ala gurun pasir seolah-olah di Timur Tengah. Dengan menggabungkan suasana gurun pasir (foreground) dan pantai sebagai background tak kalah indah. Pantulan air di pasir dan model pose di situ sesaat setelah ombak juga bagus untuk ide foto Anda.

Pantai Oetune dengan pasir halusnya

Fasilitas di sana apa saja?

Setelah loket pintu masuk ada fasilitas parkir mobil dan motor, tempat ibadah, pondok (lopo) untuk berteduh, toilet, dan ada warung penjual minuman. Ada juga penginapan dengan tarif Rp450K kamar saja, namun saya belum pernah menginap di lokasi ini. Ada tanah lapang dengan rerumputan dekat rumah penduduk, perlu izin jika mendirikan tenda. Jangan mendirikan tenda dekat pantai karena termasuk daerah rawan serangan buaya laut. Tanyakan ke penduduk setempat, di mana yang aman untuk ditinggali pasang tenda.

Suasana siang hari di Oetune

Tiket masuk dan tarif parkir di lokasi wisata ini, murah banget, seharga air mineral kemasan botol. Anggaran ke sini low budget karena tidak banyak pilihan godaan belanja. Ketika pagi hari ada penyadap Saboak yang sedang memanjat pohon, dapat membeli nira manis dengan harga Rp25K per botol bawa sendiri botolnya. Itu saja potensi belanjanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *