Catatan Kecil tentang Papua bagian 1

Papua dan Jakarta

Tahun lalu Kompas memuat berita menyeramkan, karena tidak dapat memuaskan keinginan atasan, seorang pegawai diancam mutasi ke Papua. Duh, Papua tidak lah lebih menyeramkam dibanding perlakuan atasan terhadap bawahan pada berita tersebut. Ancaman mutasi ke Papua terbukti masih efektif untuk menakut-nakuti para pegawai di Jakarta dengan memberikan citra negatif sebagai tempat buangan. Karena Jakarta merupakan pusat pemerintahan yang menentukan promosi, mutasi, dan karir seseorang maka semakin jauh dari Jakarta, semakin kecil peluang meraih sukses yang pada umumnya diukur dari tingginya jabatan dan banyaknya kekayaan yang dikumpulkan.

Uang beredar secara nasional lebih dari separuh beredar di Jakarta, memberi peluang kepada siapa saja, mulai dari pegawai golongan rendah hingga golongan tinggi dapat mengumpulkan kekayaan fantastis. Kesempatan yang tidak dapat ditemukan di tempat lain. Hal ini mendorong sebagian besar orang berlomba-lomba bekerja di Jakarta demi meraih kekayaan yang sebesar-besarnya.

Berbicara Papua dan Jakarta, ingatan saya terbawa pada pertemuan di pantai terpencil di Papua dengan penduduk setempat yang gagal mengadu nasib sebagai tenaga kasar di pasar Tanah Abang. Gagal menjadi kaum urban di Jakarta lalu dengan kapal putih, kapal penumpang milik PT PELNI yang membawanya kembali ke kampung halaman.

Lanjutkan membaca “Catatan Kecil tentang Papua bagian 1”

Kuliner Solo Soto Bati’ah

Kuliner di Solo/Surakarta pada malam hari tidak akan kesulitan mencari tempat dan pilihan makanan karena di trotorar sepanjang jalan protokol di tengah kota menjadi tempat menjajakan makanan. Di Jalan Slamet Riyadi dan Jalan Muwardi banyak sekali pilihan warung tenda yang menjual berbagai macam makanan dan minuman. Pilih warung mana saja tidak akan salah dan menemukan kenikmatan. Harganya pun “bersahabat” dengan pengunjung dari luar kota, alias tidak dibedakan antara pembeli lokal dan luar kota serta tidak mahal.

Pada pagi hari pilihan jenis makanan dan warung relatif sedikit. Pilihannya nasil pecel, nasi liwet, dan nasi soto. Pilihan nasi soto saya merekomendasikan Soto Bati’ah di Jalan Sam Ratulangi no 33, Joho Manahan Solo, sebelah barat Stadion Manahan. Lokasi warung dari Jalan Slamet Riyadi belok kiri melalui Jalan Muwardi setelah melewati rel lalu belok kiri lagi mengikuti jalan di samping rel arah ke barat. Letak warung di sebelah kiri jalan dan mudah ditemukan karena ramai dengan pengunjung yang memarkir mobil di depan warung.

Lanjutkan membaca “Kuliner Solo Soto Bati’ah”