Festival Danau Sentani

Festival Danau Sentani (FDS) dilaksanakan setiap tahun sejak 2008 di Kalkhote di tepi Danau Sentani, Kampung (desa) Ohei, Distrik (kec) Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua. FDS tahun ini akan digelar 19-30 Juni.  Festival menampilkan berbagai tarian dan nyanyian tradisional diiringi peralatan musik tradional, suling, tambur, dan berbagai kegiatan budaya lokal. Para penari datang dari danau layaknya akan perang, tapi dengan raut wajah ceria. Mereka mendarat di lokasi festival dengan membawa perlengkapan perang, seperti busur, anak panah, dan  tombak. Setelah tiba giliran tampil, tidak ada perang maupun penyerangan ke suku lain. Para penari melakukan atraksi tarian perang-perangan. Hai itu semua, pengunjung dan penari tersenyum, berwajah ceria, nampak menikmati acara festival.

Selain itu dijajakan kerajinan dan makanan khas Papua di arena festival. Cendera mata, ukir-ukiran, noken tas khas Papua yang dirajut, pernak-pernik khas suku setempat, dan makanan khas Papua, papeda, ubi, talas, lauk ikan dari Danau Sentani dijajakan di arena semakin menambah semarak festival. Festival Danau Sentani menjadi pilihan tujuan wisata bulan Juni di Jayapura.

Lanjutkan membaca “Festival Danau Sentani”

Festival Lima Gunung 2012

Seniman petani, Komunitas Lima Gunung (KLG) yang tinggal di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah pada pertengahan tahun 2012 mengadakan festival tahunan yang ke-11. Apabila pada tahun-tahun sebelumnya festival dilaksanakan sekali setahun, tahun ini istimewa karena digelar dua kalil. Pertama, pada hari Sabtu-Minggu tanggal 30 Juni-1 Juli di Dusun Kradegan, Desa Sukomakmur, Kecamatan Kajoran Magelang yang terletak di lereng  Gunung Sumbing. Kedua, pada Rabu – Minggu tanggal 4-15 Juli di Dusun Gejayan, Desa Banyusidi, Kecamatan Pakis, di lereng Gunung Merbabu, tidak jauh dari jalan raya Magelang- Kopeng-Salatiga.
Lokasi acara Festival Lima Gunung (FLG) setiap tahun bergilir di salah satu wilayah lima gunung. Lima gunung yang dimaksud adalah Gunung Andong, Menoreh, Merapi, Merbabu, dan Sumbing. Peserta FLG adalah para petani yang punya jiwa seniman, dan seni adalah bagian dari kehidupan sehari-hari mereka. Presiden KLG, Sutanto yang populer dengan sapaan Tanto Mendut karena tinggal tidak jauh dari Candi Mendut.
Keunikan FLG dengan festival budaya yang diselenggarakan di tempat lain yang pernah saya kunjungi, dari Pulau Jawa hingga Papua adalah pembiayaan yang mandiri, tidak mengandalkan sponsor maupun bantuan dari berbagai pihak. Di sekitar lokasi digelar FLG tidak ada bendera partai, banner, spanduk, baliho, dan iklan maupun dari pesan-pesan komersial sponsor. Karena tidak menggunakan anggaran negara, penonton tidak disuguhi pidato berisi pencitraan dari para pejabat maupun politisi. Saya mengapresiasi integritas para seniman yang tetap terjaga. Seni adalah seni, jika dicampuradukaan dengan politik akan cenderung memecah belah masyarakat ketika beda pilihan partai politik.

Lanjutkan membaca “Festival Lima Gunung 2012”