email atau surat elektronik (surel) menjadi salah satu sarana komunikasi paling efektif, efisien, dan murah di era informasi dalam menyampaikan pesan. Zaman dulu pengiriman surat hanya dapat melalui jasa pengiriman pos yang memerlukan waktu beberapa hari, bahkan beberapa bulan untuk sampai ke penerimanya. Jeda waktu sejak surat dikirim, diterima lalu dibalas membuat dag-dig-dug jantung dalam waktu yang lama, jika yang dikirim adalah surat cinta yang menunggu jawaban. Kini emosi, menunggu jawaban yang membuat jantung berdebar dapat disingkat menjadi beberapa menit dengan adanya email dan layanan pesan singkat SMS (Short Message Service). Yang terkini, nikah pun dapat dilakukan dalam waktu singkat, empat hari dan penceraiannya pun hanya melalui SMS. Sadis!
Jika zaman dulu mengirim surat perlu menempelkan perangko pada amplop atau dengan membayar biaya kirim, kini cukup berlangganan koneksi internet sudah dapat mengirim dan menerima dalam hitungan detik untuk tujuan seluruh dunia. Layanan pesan singkat dapat dikirim melalui layanan operator seluler dari perangkat telepon seluler, dengan biaya yang murah dan cepat.
Meskipun banyak orang telah menggunakan email sebagai sarana komunikasi dalam kehidupan sehari-hari maupun pendukung pekerjaan tetapi belum semuanya peduli dengan keamanan atas informasi yang dikirimkan. Contohnya menggunakan password yang mudah ditebak, terkait dengan nama dan atau tanggal lahir diri dan keluarga. Pemilik akun membuka email dari komputer yang digunakan bersama-sama, tidak sign out sebelum meninggalkan komputer, dan lain-lain.
Dua bulan sebelum insiden DPR dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia (PPIA) tentang email komisi8@yahoo.com saya mengalami kejadian serupa. Di milis saya ditanya tentang keamanan data di suatu situs domain go.id yang menggunakan akun Gmail dalam surat-menyurat kategori rahasia. Dengan asal njeplak saya jawab, “bla… bla… bla… Dibobol karena membuka diri berbagi dengan Google, masa pakai akun email gratisan”. Beberapa hari kemudian alamat email dalam situs web diganti domain milik government (go.id) juga, dan beberapa bulan kemudian seluruh dokumen surat-menyurat tidak lagi menggunakan template kop surat dengan alamat email domain Gmail. Lanjutkan membaca “Tips Aman dan Mudah Menggunakan email”