Tips Hemat Kapasitas Penyimpan dan Bandwith Share Hosting

Blog WordPress dengan hosting sendiri perlu hemat kapasitas penyimpanan dan hemat bandwith. Meskipun berlangganan share hosting kapasitas tanpa batas (unlimited), sebenarnya ada pembatasan jumlah maksimum index-node (inode) dalam akun. Apalagi harga setiap kilo bit data yang diunduh melalui browser bernilai rupiah yang harus dibayar oleh pengunjung. Pengunjung akan diuntungkan jika semakin kecil data yang diunduh, yaitu dari sisi kecepatan dan harga per kilo bit data ketika membuka laman situs. Karena agar pengunjung dapat mengakses laman situs dari komputernya ke server harus membayar sejumlah uang ke penyedia jasa jaringan internet yang harganya ditentukan berdasarkan kapasitas data yang diunduh.

Pada blog dengan CMS WordPress kapasitas penyimpanan dan bandwith dapat dihemat hingga 70% dengan cara optimasi file gambar. Konsepnya sisipkan gambar pada artikel sesuai ukuran yang dibutuhkan dan optimasi dengan perangkat lunak, misalkan Image Optimizer. Jika gambar akan ditampilkan hanya ukuran 600×400 pixel, jangan unggah file gambar ukuran 2800×1440 pixel dengan mengandalkan kompresi dan pemotongan (cropping) oleh WordPress. Semakin besar pixel, semakin besar pula ukuran file gambar. Hindari pengaturan gambar otomatis oleh WordPress apabila tidak dibutuhkan karena pada server akan dibuat tiga hingga empat file gambar yang sama, hanya saja berbeda ukuran pixel.

 Langkah-langkah optimasi file gambar:

  1. Login sebagai admin di WordPress;
  2. Klik menu Settings, lalu pilih Media;
  3. Media Settings ->> Image Sizes ->>;
  4. Thumbnail size, Medium size, Large size ->> width dan height isi 0.

Lanjutkan membaca “Tips Hemat Kapasitas Penyimpan dan Bandwith Share Hosting”

Menampilkan Ikon Visual Editor TinyMCE

TinyMCE editor WordPress dapat mengalami kegagalan loading sehingga ikon visual editor tidak tampil apabila update ke versi WordPress 3.x.x. Masalah ini dapat diselesaikan dengan beberapa cara:

  1. Keluar dari WordPress (log out), hapus browser cache, cookies, history, tutup dan buka kembali browser. Apabila tidak berhasil lanjutkan langkah selanjutnya;
  2. Hapus cache di server apabila menggunakan plugin cache atau tunggu beberapa jam hingga cache expires. Apabila tidak berhasil lanjutkan langkah selanjutnya;
  3. Lihat di Dashboard -> User Profile ->Your Profile, lalu uncheck “Disable the visual editor when writing”  -> Update Profile. Fungsi ini digunakan programmer yang menulis kode pada mode html editor dengan menonaktifkan (check) visual editor. Apabila tidak berhasil lanjutkan langkah selanjutnya;
  4. Deactivate Editor Plugin yang diduga tidak kompatibel misalkan CKEditor for WordPress/TinyMCE Advanced yang sedang aktif lalu ganti theme default Activate “Twenty Eleven” Theme dan refresh browser. Buat tulisan baru dan lihat perubahannya, jika belum berubah teruskan langkah 5;
  5. Login ke cPanel -> Public_html. Buka file wp-config.php dan tambahkan kode di bawah ini pada akhir baris sebelum require_once…:


Sebelum baris…

5. Simpan file wp-config.php lalu login di WordPress dan buka salah satu artikel atau buat artikel baru untuk mengetahui perubahannya.