James Q. Wilson dan George Kelling mengenalkan Teori Jendela Pecah (broken windows theory) – The police and neighborhood safety di majalah The Altantic Monthly edisi Maret tahun 1982. Penulis buku, George L. Kelling, lalu menjadi konsultan untuk New York City Transit Authority pada tahun 1985.
Apabila sebuah bangunan dengan bagian jendela yang pecah tidak diperbaiki dan dibiarkan begitu saja, maka siapapun yang lewat cenderung menyimpulkan di rumah itu pasti tidak berpenghuni. Kemudian dalam waktu singkat akan ada lagi jendela yang pecah, kemudian berkembang perusakan bagian bangunan yang lain dan anarki akan menyebar ke sekitar tempat bangunan itu. Kejahatan bersifat menular sama seperti trend mode pakaian. Dari hal-hal yang semula dianggap remeh seperti pecahnya sebuah kaca jendela yang dibiarkan, maka perbuatan lain yang serupa segera menyebar ke seluruh wilayah, akibat dari sebuah ketidakteraturan yang diabaikan.
Suatu kota yang kumuh, kotor, coretan di dinding-dinding jalan, fasilitas umum dan kerusakan di mana-mana akan disimpulkan oleh para penjahat bahwa mereka punya tertangkap relatif kecil karena kepedulian masyarakat sekitar tidak ada. Masyarakat tidak akan peduli untuk segera menghubungi polisi andaikan tahu mereka melakukan kejahatan. Segala jenis kejahatan lain akan berkembang di sekitar tempat itu karena tidak ada kepedulian oleh warganya.