Melamar Sang Gadis

Untuk melamar sang gadis pujaan, calon pengantin di Biak Papua harus bersabar mengumpulkan keramik yang harganya mahal jumlahnya puluhan, perabot rumah tangga misalkan piring keramik yang jumlahnya ratusan, dan sejumlah uang sebagai mas kawin. Harus bersabar menunda perkawinan apabila belum dapat memenuhi mas kawin.

Saat mengantar mas kawin, anggota keluarga, para tetangga ikut beramai-ramai berjalan kaki membawa mas kawin sambil diiringi tari-tarian dan musik sepanjang jalan menuju rumah sang gadis. Setelah sampai di rumah calon pengantin perempuan, mas kawin dikumpulkan, dihitung, dibuat berita acara lalu para tamu dijamu hidangan makanan dan minuman. Kemudian bisa menikmati alunan musik dan menari-nari sepuasnya.

Bendera merah putih yang selalu ada bukan termasuk mas kawin, namun adat yang menunjukkan kecintaan pada Indonesia.

Ritual Lamaran di Biak

 

Mengantar Mas Kawin Adat Biak

Rumah Semut di Merauke

Rumah Semut Merauke

 

Rumah Semut

Rumah semut di Merauke Papua tingginya mencapai tiga meter, banyak dijumpai di hutan-hutan sebelah timur kota.  Perjalanan dari kota Merauke ke arah Papua Nugini, melewati hutan belantara, selain menjumpai anggrek Papua yang bunganya indah dan harum,  juga kadang-kadang berpapasan dengan kijang.

Abon dan empal dari dari daging kijang dapat dibeli di toko-toko setempat sebagai oleh-oleh wisata dari wilayah paling timur nusantara. Souvenir khas Merauke adalah tas, dompet, sepatu, ikat pinggang dari kulit buaya.