Kenapa Ngomong Pajak Bisa Bikin Bosan?

Awal dari setiap presentasi tentang pajak yang diawali dengan definisi pajak menurut Undang-undang, “Pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung…” selalu bikin bosan peserta. Apalagi media massa memberitakan uang pajak dikorupsi oleh para pejabat dan makelar pajak. Sungguh menyakitkan, mengerikan…

Kenapa?

Karena memandang pajak, penekanannya dari pendekatan kekuasaan, yaitu kontribusi yang bersifat memaksa, dan tidak mendapat imbalan secara langsung. Kampanye, ajakan, atau iklan jualan sesuatu yang dari definisi saja “menyakitkan” begini siapa sih yang tertarik, sudah dipaksa, tidak dapat imbalan lagi… nyebelin gitu deh bahasa gaul-nya…

Di mana-mana tak ada orang yang benar-benar rela bayar pajak, kecuali terpaksa karena Undang-undang mewajibkan, dan dapat memaksa, menyita, menghukum jika melanggar. Sedapat mungkin pajak dihindari, karena imbalan tidak secara langsung. Pembayar pajak dan bukan pembayar pajak akan merasakan hal yang sama, buruk atau baiknya fasilitas umum yang dibangun dari uang pajak.

Lalu bagaimana agar bicara pajak menarik?

Apakah NPWP Angka Keramat?

Apakah NPWP angka keramat?

Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) ada yang menganggap “nomor keramat” takut untuk mendapatkannya. Pandangan mereka, begitu memiliki NPWP, akan abadi, tidak dapat dihapus kepemilikannya kecuali meninggal dunia. Juga wajib melaksanakan kewajiban sebagai Wajib Pajak (WP) seumur hidup, dan akan didenda jika tidak melaksanakan, seratus ribu per bulan jika tidak lapor/terlambat menyampaikan laporan pajak. Wuihh… serem banget… gak segitunya kaleee…

Cobalah memandang NPWP dari persepektif yang berbeda, atau buka kembali Undang-undang, apa  sebenarnya NPWP itu.

Benarkah begitu?

NPWP wajib dimiliki setelah WP memenuhi persyaratan subjektif dan objektif. Tentunya meskipun telah memiliki NPWP namun persyaratan objektif pada suatu saat tidak terpenuhi maka akan bebas dari kewajiban melaporkan pajak hapus dengan sendirinya. Artinya punya NPWP namun tidak punya penghasilan yang wajib dikenakan pajak, atau di bawah batas wajib dikenakan maka tidak perlu lapor, dan jika tidak lapor tidak dapat didenda.

Apa fungsi NPWP?