Tag Archives: pajak dan zakat

Serba-serbi Pajak dan Zakat

Zakat atau sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib dapat dikurangkan dari penghasilan bruto.

Dasar hukum Pasal 9 ayat (1) huruf g UU 7 Tahun 1983 dan perubahan keempat UU 36 2008 tentang Pajak Penghasilan. Peraturan Pemerintah No 60/2010 tanggal 20 Agustus 2010. Peraturan Menteri Keuangan 254/PMK.03/2010 tanggal 28 Desember 2010, serta Peraturan Dirjen Pajak No 6/PJ/2011 tanggal 21 Maret 2011.

1. Apa syarat agar zakat dapat dikurangkan dari penghasilan bruto?

a. Subjek pajak adalah orang pribadi pemeluk agama Islam dan/atau;

b. WP Badan dalam negeri yang dimiliki oleh pemeluk agama Islam.

Yang menyerahkan zakat ke Badan Amil Zakat (BAZ) atau Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang dibentuk atau disahkan oleh Pemerintah.

2. Apa beda zakat sebagai pengurang penghasilan bruto dan zakat pengurang pajak?

Konsep zakat sebagai pengurang penghasilan bruto yaitu besarnya pajak terutang adalah penghasilan bruto dikurangi zakat lalu dikalikan tarif pajak. Zakat sebagai pengurang penghasilan bruto perlakuannya sama dengan mengurangkan penghasilan atas biaya-biaya yang dapat dikreditkan. Sedangkan zakat pengurang pajak, apabila telah membayar zakat sejumlah tertentu maka tidak wajib bayar pajak (zakat pengganti bayar pajak) karena besarnya zakat pengurang pajak yang diakui dan zakat sama besarnya pajak.

Continue reading