Arsip Kategori: Fotografi

Kumpulan foto belajar motret dan artikel yang dibuat berdasarkan pengalaman pribadi. Sekedar berbagi dan catatan harian pengingat bagi diri sendiri. Ya begitulah profil fotografer pembelajar, sedikit ilmu banyak omong, berbeda dengan fotografer profesional yang banyak ilmu dan kesibukan sehingga tidak sempat menulis di blog.

Distorsi Lensa

Hasil foto objek tegak lurus yang melengkung ke luar/cembung (barrel distortion) atau melengkung ke dalam/cekung (pincushion distortion) akibat pengaruh distorsi lensa, yaitu ketidakakuratan lensa menangkap objek garis lurus menjadi melengkung. Distorsi lensa dapat membuat foto menjadi lebih menarik tetapi dapat juga menjadi jelek. Jika distorsi ini terjadi pada objek foto bersama yang dalam satu bingkai terdiri dari banyak orang, maka orang yang di bagian tepi kiri dan kanan, tubuhnya menjadi tidak proporsional.

Salah satu manfaat distorsi lensa adalah dapat digunakan untuk motret seorang yang gemuk tetapi ingin hasil fotonya nampak kurus. Caranya memanfaatkan panjang fokal (focal length) lensa, sudut pengambilan gambar (picture angle), dan perspektif yaitu jarak antara objek, latar gambar dan  kamera. Meskipun besarnya objek foto dalam bingkai sama besar, jarak antara objek dan latar sama tetapi  jika dipotret dari jarak yang berbeda dengan panjang fokal yang berbeda akan menghasilkan perspektif yang berbeda. Kemampuan fotografer dalam memandang objek sehingga mempunyai perspektif luar biasa inilah yang membuat foto menjadi luar biasa.

Dulu, saya mengira dengan memakai lensa tele sapu jagat 18-200mm akan dapat menghasilkan foto yang luar biasa, praktis dibawa, tanpa susah payah, tidak perlu mendekat/menjauh dari objek, tetapi cukup dengan perbesaran (zooming) lensa agar objek tampak dekat. Bahkan dahulu, dalam hati terbersit, “Kenapa sih fotografer itu lebay banget, kenapa tidak pakai lensa tele, kenapa bongkar pasang lensa berulang kali, kenapa terlalu dekat objek”. Namun dengan berjalannya waktu kemudian tahu, bahwa memotret dengan memanfaatkan fasilitas zoom lensa semata karena malas mendekat objek akan menghasilkan foto yang buruk akibat distorsi lensa dan perspektif yang kurang tepat. Lanjut membaca

Anggrek Papua

Hujan yang turun sepanjang tahun di wilayah Papua membuat keragaman jenis tanaman tumbuh di hutan yang senantiasa hijau setiap waktu. Ratusan jenis anggrek (Dendrobium) dapat dijumpai di hutan Papua. Nama-nama anggrek saya bersikap “malas tahu” atau tidak berusaha mencari tahu, asal bunganya bagus tambahkan saja tanaman tersebut ke halaman belakang rumah. Alasannya karena tidak suka sibuk merawat hewan atau tanaman tetapi lebih suka menikmati tanaman atau hewan yang ada di habitatnya, berada di alam liar.

Anggrek macan yang bunga berwarna kuning kehijauan dengan bintik-bintik seperti warna kulit macan paling mudah perawatannya dan berbunga setiap saat. Batang anggrek yang mirip tebu dari setiap batang dapat dengan mudah dipisah untuk dikembangbiakkan menjadi tanaman baru (bibit). Bibit diletakkan pada sabut kelapa, dalam beberapa bulan akan tumbuh subur dan tumbuh tunas-tunas baru.

Sedangkan bunga anggrek berwarna ungu, nomor satu di bawah ini tumbuh di batang pohon jeruk di belakang rumah. Tumbuh subur menempel di batang pohon layaknya benalu, tidak perlu dirawat, disirami, apalagi dipupuk tetapi sepanjang tahun berbunga. Ketika tangkai bunga yang satu layu, bagian tangkai bunga yang lain tumbuh. Bau bunga harum menyebar ke dalam ruangan melalui ventilasi jendela.

Anggrek-anggrek Papua tersebut dapat tumbuh subur di hutan atau di sekitar rumah di wilayah Papua karena kecocokan iklim setempat. Nah, ketika dibawa ke pulau lain tentu lingkungan hidup dan suhu perlu disesuaikan dengan tempat asal anggrek. Artinya butuh perawatan serius dan pengorbanan biaya dan tenaga agar anggrek tidak mati. Salah satu alasan inilah yang tidak saya suka, apalagi birokrasi perijinan ketika anggrek-anggrek tersebut dibawa ke luar wilayah Papua karena banyak jenis anggek yang dilindungi menurut peraturan karena kategori langka.

Tulisan ini sekedar mempublikasikan foto anggrek Papua agar kolektor, pehobi tanaman anggrek menemukan gambar yang telah diindeks Google lalu melestarikan anggrek Papua agar tidak punah. Semua foto dibuat di Papua.

Lanjut membaca