Arsip Kategori: CMS

Content Management System Joomla! and WordPress ini pun kebetulan saya pernah menggunakannya. Nah melalui pengalaman pribadi lalu berbagi cerita melalui blog ini juga.

Modifikasi HTTP Respon Header

Pada saat pengunjung situs web (client) membuka peramban lalu mengetik URL (Uniform Resource Locator) www.example.com maka perintah/permintaan HTTP (HyperText Transfer Protocol) tersebut akan direspon oleh web server. Respon dari server terdiri dari header dan body yang berupa data dalam format audio, gambar, hypertext, plaintex, video, dan lain-lain yang akan tampil pada browser pengunjung.

Tanggapan/respon header dari server di layar pengunjung, client, kata para pakar keamanan situs web mungkin saja merupakan publikasi informasi sensitif yang dapat mengarah isu celah keamanan. Nah, tujuan modifikasi respon header (Modify HTTP Response Headers) adalah untuk mengurangi informasi server terutama versi Apache dan PHP tampilan pada browser tidak akurat. Akan tetapi triks ini hanya berlaku pada request dari aplikasi online sejenis Header Check Tools, atau HTTP Headers and Status Check Tool, namun informasi masih dapat ditembus dengan aplikasi scanner web site. Lanjut membaca

Cara Optimalkan Tabel Database WordPress tanpa Plugin

WordPress 3.4 memiliki 11 tabel bawaan (default) yaitu wp_commentmeta, wp_comments, wp_links, wp_options, wp_postmeta, wp_posts, wp_terms, wp_term_relationships, wp_term_taxonomy, wp_usermeta, dan wp_users. Ketika WordPress dipasangi plugin jumlah tabel bertambah, ada plugin yang membuat satu tabel tetapi ada pula yang membuat banyak tabel. Nah dengan bertambahnya jumlah dan ukuran tabel maka loading akan semakin lambat karena membuka jumlah data yang lebih besar dan tabel yang lebih banyak. Hal ini akan mempengaruhi kinerja website atau blog. Pada saat belum dioptimalkan tabel blog ini lebih dari 10MB namun setelah dioptimalkan menjadi 4,9MB dan setelah dikompress backup hanya 650KB.

Banyak plugin yang menawarkan cara mengoptimalkan tabel database WordPress. Jika dapat dioptimalkan tanpa plugin kenapa harus memasang plugin? Karena dengan memasang plugin berarti menambah tabel lagi. Apalagi jika plugin tidak akurat dalam mengoptimalkan tabel, yaitu tidak menghapus tabel yang seharusnya dihapus tetapi justru menghapus tabel yang masih digunakan. Lanjut membaca