Arsip Kategori: Serbaneka

Artikel tentang apa saja tak peduli penting atau tidak penting. Semut membawa sebutir nasi jatuh pun bisa masuk kategori ini.

AITMO 2013

Tahun 2003 para pakar metematika di antaranya dari China, Filipina, Hongkong, dan Taiwan bergabung untuk membuat kontes matematika internasional. Tujuannya memberi kesempatan kepada para remaja setingkat SMP (teenagers) di Asia untuk mengembangkan kemampuan dalam bidang matematika dan mempromosikan persahabatan di antara mereka. Para pakar tersebut yaitu mantan pembina tim IMO Mr. Qiu Zonghu, Mr. Li Xun kepala sekolah Fuzhou No.1 Middle School, Dr. Simon L. Chua, president of Mathematics Trainers’ Guild, Philippines, dan Madam Pinky Leung ketua The Hong-Kong Math Olympiad School serta Mr. Sun Wen-hsien Direktur Eksekutif Taiwan’s Chiu Chang Mathematics Education Foundation. Kontes matematika tersebut dinamai Asia Inter-Cities Teenagers Mathematics Olympiad (AITMO). AITMO diselenggarakan di negara berbeda setiap dua tahun sekali bergiliran. Lanjut membaca

Kuliner Tulungagung

Judul ini dibuat dengan agar diindek oleh mesin pencari karena secara SEO merupakan pilihan kata yang tepat. Dengan dicatat Google maka pencari yang menulis kata kunci “kuliner tulungagung” diharapkan akan diarahkan ke artikel ini.

Pada zaman dahulu kala… tahun 2005 kami melewati kota Tulungagung. Tidak seperti sekarang, segala informasi dapat ditemukan dengan mudah dan cepat melalui Google. Tahun 2005 internet layanan internet bergerak masih GPRS dan tarif per KB mahal. Meskipun membawa Laptop tidak dapat tersambung internet melalui layanan seluler sehingga sulit menemukan informasi kecuali bertanya kepada orang setempat.

Sebelum memasuki kota saya menelepon teman bernama Wicak yang asalnya Tulungagung. Percakapan via ponsel, “Mas Wicak… saya lagi di Tulungagung. Tolong dong rekomendasi kuliner yang ada pajaknya di mana?” Kemudian dijawab, “Restoran Ayam Bakar Bu Mamik, dekat stasiun”. “Oke, terima kasih, saya meluncur ke sana” Jawabku. Pada percakapan di atas kriteria “yang ada pajaknya” maksudnya adalah warung makan/restoran yang memungut pajak hotel dan restoran 10%. Bukan sok suka bayar pajak, tapi kode dialek bahwa pada saat itu saya hendak makan di warung/restoran yang agak mahal, bukan warung murah seperti biasanya. Teman saya Wicak juga telah faham maksud kriteria yang ada pajaknya dan tidak ada pajaknya karena telah berteman sajak lama. Lanjut membaca