Arsip Kategori: Budaya

Budaya Indonesia dari berbagai daerah dari bermacam-macam suku yang menarik untuk dijadikan pengetahuan sosial.

Tongklek Musik Patrol

Tongklek adalah seperangkat alat musik tradisional berasal dari bambu berbentuk kentongan, perabot rumah tangga (panci, botol air mineral ukuran besar, ember, dan lain-lain), dan gamelan yang dipukul-pukul untuk membangunkan warga agar bangun lalu makan sahur saat bulan ramadhan. Jenis perlengkapan musik tongklek bermacam-macam tergantung kreatifitas pemainnya, bebas menggunakan apa saja asal bunyi. Irama alat musik tersebut tong yang berasal dari botol air mineral atau ember besar dan klek (bunyi kentongan) maka tidak salah jika dinamai tongklek.

Meskipun di masa sekarang untuk merencanakan bangun tengah malam dapat dengan alarm, tetapi di bulan ramadhan masih ada sekelompok orang yang sukarela berjalan kaki keliling kampung membangunkan warga dengan tongklek. Mereka mulai berangkat sejak pukul 02.00 dan berakhir menjelang makan sahur berakhir. Konon, tradisi membangunkan warga untuk makan sahur ini ada sejak zaman dahulu kala karena pada zaman tersebut tidak semua warga punya jam sebagai penanda waktu.

Acara membangunkan warga untuk sahur dengan tongklek di beberapa daerah dimodifikasi dengan membawa pengeras suara di atas becak dengan volume suara musik sangat keras justru mengganggu ketertiban masyarakat. Akibatnya dapat terjadi konflik antar warga sehingga  menimbulkan pertengkaran.

Lanjut membaca

Festival Danau Sentani

Festival Danau Sentani (FDS) dilaksanakan setiap tahun sejak 2008 di Kalkhote di tepi Danau Sentani, Kampung (desa) Ohei, Distrik (kec) Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua. FDS tahun ini akan digelar 19-30 Juni.  Festival menampilkan berbagai tarian dan nyanyian tradisional diiringi peralatan musik tradional, suling, tambur, dan berbagai kegiatan budaya lokal. Para penari datang dari danau layaknya akan perang, tapi dengan raut wajah ceria. Mereka mendarat di lokasi festival dengan membawa perlengkapan perang, seperti busur, anak panah, dan  tombak. Setelah tiba giliran tampil, tidak ada perang maupun penyerangan ke suku lain. Para penari melakukan atraksi tarian perang-perangan. Hai itu semua, pengunjung dan penari tersenyum, berwajah ceria, nampak menikmati acara festival.

Selain itu dijajakan kerajinan dan makanan khas Papua di arena festival. Cendera mata, ukir-ukiran, noken tas khas Papua yang dirajut, pernak-pernik khas suku setempat, dan makanan khas Papua, papeda, ubi, talas, lauk ikan dari Danau Sentani dijajakan di arena semakin menambah semarak festival. Festival Danau Sentani menjadi pilihan tujuan wisata bulan Juni di Jayapura.

Lanjut membaca