Arsip Kategori: Serbaneka Pajak

Artikel Pajak Lainnya berisi tulisan asal bunyi aneka macam pajak dalam kehidupan sehari-hari. Pajak itu penting dan menarik tapi sedikit yang tertarik dengan aturan pajak yang rumit padahal dalam hidup hanya dua hal yang pasti yaitu PAJAK dan MATI.

Perbedaan Pegawai Tetap dengan Tidak Tetap

Penentuan pegawai tetap dan pegawai tidak tetap oleh pemberi kerja (perusahaan) menentukan hak, kewajiban, dan fasilitas pajak yang akan diterima pegawai. Masing-masing lembaga mempunyai cara tersendiri yang berbeda dalam mendefinisikan pengertian pegawai tetap dan pegawai tidak tetap. Di antaranya UU nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan dan Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi nomor 100 tahun 2004 serta Peraturan Dirjen Pajak nomor 31/PJ/2009 tentang Pedoman Teknis Tata Cara Pemotongan, Penyetoran dan Pelaporan  Pajak Penghasilan Pasal 21 dan/atau Pajak Penghasilan Pasal 26 Sehubungan dengan Pekerjaan, Jasa, dan Kegiatan Orang Pribadi.

Seperti tema-tema artikel yang lain, tema artikel ini berdasarkan kata kunci pencarian dari Google yang datang ke blog dengan harapan Google akan mengindeks artikel ini dan dikunjungi oleh pencari kata kunci berikutnya. Kualitas artikel tidak penting, asal diindeks dulu dari kuantitas artikel. Dengan demikian saya tidak menganjurkan Anda mereferensi artikel ini tanpa tambahan dari sumber lain.

Perbedaan Pegawai Tetap dengan Pegawai Tidak Tetap

Lanjut membaca

Pajak bagi Agamawan

Google mesin pencari luar biasa yang merayapi situs web hingga ke dalam dan kemudian mengindeks hingga sepotong kalimat dari paragraf artikel. Ketika seorang menuliskan kata, kalimat di form isian Google diarahkan ke situs web yang berisi kata atau kalimat yang dicari. Judul artikel ini dibuat berdasarkan catatan (log blog) kata yang dicari pengunjung yang terdampar di blog ini.

Pajak bagi Agamawan (religious person), Pajak bagi Abdi Negara, Pajak bagi Dokter, Pajak bagi Dosen, Pajak bagi Guru,  Pajak bagi Kyai, Pajak bagi Paranormal, Pajak bagi Pastur, Pajak bagi Pendeta, Pajak bagi Ustad tidak diatur secara khusus. Penulisan pajak bagi… paragraf ini dibuat dalam rangka Search Engine Optimization (SEO) agar diindeks mesin pencari. Meskipun kualitas tulisan sangat jauh dari harapan siapa pun yang penting diindeks dulu judulnya.

Sekedar untuk mengisi paragraf, tidak ada salahnya saya mengutip sedikit Undang-undang Pajak Penghasilan (PPh) nomor 36 tahun 2008 pasal 4, “Yang menjadi objek pajak adalah penghasilan, yaitu setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak, baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia, yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan Wajib Pajak yang bersangkutan, dengan nama dan dalam bentuk apa pun”. Kalimat singkatnya, siapapun yang menerima penghasilan dari mana pun dalam bentuk apa pun menjadi objek pajak.

Kententuan lain tentang PPh yaitu penghasilan yang tidak melebihi batasan tertentu yang disebut Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). Penghasilan yang tidak melebihi PTKP tidak dikenakan PPh. Sedangkan besarnya PTKP tahun 2013 Rp 24.300.000 per tahun, jika penghasilan setahun tidak melebihi Rp 24.300.000 maka PPh nihil. Lanjut membaca