Uji MicroSD Card SanDisk dan Toshiba

Dua merk MicroSD yaitu SanDisk dan Toshiba adalah merk favoritku karena harga yang terjangkau dan kualitasnya bagus. Merk lain ada yang bagus tetapi harga lebih mahal. Ada juga yang harganya lebih murah tetapi kurang bagus kualitasnya terutama dari sisi kecepatan baca dan tulis maupun keawetan.

Di sini pengujian bukan untuk membandingkan dua merk tetapi untuk menunjukkan kecepatan baca dan tulis dua merk tersebut tidak beda jauh dari yang dijanjikan pada kotak/kemasannya. Membandingkan dua tipe MicroSD yang beda harga dan kapasitas, rasanya tak seimbang, tidak apple to apple karena memang kapasitas MicroSD Toshiba 2x SanDisk dan harganya 3x lebih mahal. Spesifikasi SanDisk microSDHC™, kapasitas 32GB, UHS I, performance/speed: Up to 30MB/s read speed, write speed lower, format FAT32. Sedangkan Toshiba Exceria, microSDXC™, kapasitas 64GB, UHS I speed class 3, Write Speed 60 MB/s, Read Speed 95 MB/s, format exFAT.

Gambar 1.

SanTos

Agar dapat mencapai kecepatan maksimum yang bisa dicapai dibutuhkan kondisi perangkat untuk menguji MicroSD tersebut. Alat utama yang perlu diperhatikan adalah pembaca kartu memory (card reader). Gunakan card reader yang kelas menengah, jangan gunakan yang kelas rendah apalagi merk abal-abal karena dapat merusak kartu dan menurunkan kecepatan baca MicroSD. Kali ini menggunakan merk Kingston Card Reader MobileLite G4 karena telah menggunakan interface USB 3.0 yang mendukung kecepatan maksimum MicroSD hingga UHS-II. Komputer yang digunakan untuk menguji: Mainboard ASRock 970 Extreme4, prosesor AMD Athlon II X4 635 Quad-Core 2.9GHz, RAM G.SKILL Sniper Series 8GB (2 x 4GB) PC3 12800, VGA AMD Radeon™ HD 6770 Graphics, HD 1TB WDC, OS Windows 7 32 bit. Card reader ditancapkan pada USB 3.0 karena jika di USB 2.0 maksimum read speed tidak lebih dari 30MB/s.

Hasil test menggunakan CrystalDiskMark 3.0.3 simulasi file berukuran 1000MB dan 50MB dengan parameter (Seq, 512K, 4K, 4K QD32) pada gambar di bawah. Kecepatan pada kemasan MicroSD mendekati kecepatan pengujian dengan parameter Seq yang menguji kemampuan baca dan tulis secara sekuensial atau berurutan, dengan ukuran block 1024KB. Sedangkan kecepatan baca dan tulis secara acak (random) berkurang menjadi setengah kecepatan baca berurutan (sequential).

Gambar 2.

Sandisk-Toshiba

Pengujian SanDisk dan Toshiba menggunakan USB Flash Benchmark tidak beda jauh dengan hasilnya dengan penujian menurut CrystalDiskMark. Hasil tes disajikan dalam bentuk grafik hasil simulasi dari berbagai ukuran file dengan kecepatan baca dan tulis pada gamabr 3 dan 4.

Gambar 3. Benchmark MicroSD SanDisk Ultra 32 GB.

Sandisk32-USBFlash

Gamabr 4. Benchmark MicroSD Toshiba Exceria 64 GB.

Toshiba64_USBFlash

Setelah diketahui kecepatan baca dan tulis MicroSD maka kita dapat memilih MicroSD menyesuaikan kebutuhan perangkat yang dimiliki ketika akan membeli memory card. Kurang lebih aturan dasarnya begini. Semakin bagus dan mahal harga perangkat kamera atau smart phone dapat memilih memory card yang semakin mahal dan kapasitas besar. Kecepatan baca dan tulis memory card yang tinggi dapat diimbangi dengan kemampuan baca dan tulis perangkat berharga mahal yang pada umumnya punya kecepatan baca yang tinggi pula. Kebalikannya, meskipun kecepatan baca, tulis memory card tinggi namun dipasang pada perangkat yang murah maka kecepatan maksimum memory card tidak dapat digunakan secara maksimum, alias mubazir.

Jika dikelompokkan per kelas: ponsel berharga hingga 2 juta rupiah dengan SanDisk Ultra kecepatan 30MB/s sudah mendukung, ponsel berharga 2-5 juta SanDisk Extreme 45-80MB/s dan ponsel berharga di atas 5 juta memilih kelas SanDisk Extreme Pro 90MB/s agar smart phone berfungsi optimal. Contoh pengalaman saya, SanDisk ultra 32 GB dipasang pada Smart phone Xiaomi Redmi 1s maupun pada Lenovo S650 tidak pernah mengalami masalah dan mampu menyesuaikan smart phone. Sedangkan jika dipasang pada Sony Experia Z1 Compact dengan pengaturan penyimpanan foto di SD Card di memory external, ponsel berhenti, jeda sebentar bahkan macet ketika digunakan untuk memotret. Masalah tersebut diatasi setelah diganti dengan kecepatan tulis dan baca yang lebih tinggi dengan Toshiba Exceria.

Jika dikaji lebih dalam lagi dari hasil uji kecepatan baca dan tulis memory card dapat digunakan untuk pertimbangan yang tepat memilih memory card sesuai tujuan penggunaannya. Kalau akan digunakan untuk tujuan utama menulis hasil kamera, dipilih yang kemampuan tulisnya tinggi, tujuan agar dapat menulis dengan cepat, sehingga tidak kehilangan momen karena waktu tunggu kamera menulis di kartu memori. Sedangkan jika sebagai tempat instalasi aplikasi di smart phone maupun tablet, dipilih karakteristik kartu memori yang kemampuan baca randomnya tinggi, terutama untuk paket file berukuran di bawah 100MB. Dampak dari kecepatan random read yang tinggi ketika menggunakan aplikasi akan load sangat cepat, tanpa jeda. Sedangkan jika random read rendah aplikasi akan lambat, bahkan ketika perangkat dinyalakan membutuhkan waktu yang relatif lama hanya untuk menyusun ikon short cut dengan sempurna.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *