Shutter Count Digital Camera

Body kamera yang dapat diganti-ganti lensanya (Interchangeable Lenses) jenis kamera refleks lensa tunggal atau Single-Lens Reflex (SLR) dan kamera tanpa cermin atau Mirrorless Interchangeable-Lens Camera (MILC) hingga kini masih menggunakan mechanical shutter untuk menghasilkan gambar. Tetapi MILC Nikon 1 V 2 telah menyediakan pula pilihan menu menggunakan mechanical shutter dan electronic shutter untuk pengaturan mode silent photography. Sedangkan kamera jenis kompak yang lensanya tidak dapat diganti-ganti menggunakan electronic shutter sehingga lebih awet dibanding mechanical shutter.

Mechanical shutter unit adalah komponen mekanik yang mempunyai umur teknis sehingga setelah melampaui jumlah penggunaan tertentu akan rusak. Komponen mekanik tersebut diprediksi oleh pabrik pembuatnya akan rusak setelah melalui tes puluhan ribu hingga ratusan ribu kali pencet tombol shutter. Sebagai contoh Nikon pada situs webnya memprediksi mechanical shutter seri Nikon D7000 150.000 kali dan Nikon D800 hingga 200.000 kali.

Mechanical shutter unit. Gambar milik Nikon.

 mechanical-shutter

Angka yang diprediksi oleh produsen kamera bukanlah angka mutlak, produsen tidak menjamin mechanical shutter tidak akan rusak sebelum mencapai jumlah yang diperkirakan. Bisa saja akan rusak sebelum mencapai setengahnya, tetapi bisa juga tidak akan rusak setelah melewati batas prediksi. Pada jenis barang lain contohnya saklar listrik merk yang sama ada yang sudah rusak meskipun baru dipencet ribuan kali, akan tetapi ada yang tidak rusak meskipun dipencet puluhan ribu kali. Contoh lainnya penggunaan ban mobil ada yang digunakan lebih dari 50.000 km masih bagus, tetapi ada pula yang digunakan 20.000 km tetapi sudah robek dan bocor. Adanya infromasi shutter count bagi pemilik kamera berguna untuk antisipasi penggantian komponen pada saat shutter count diperkirakan akan rusak karena jumlah dipencet melebihi prediksi umur teknis produsen kamera. Cepat rusak atau awet dipengaruhi juga oleh cara menggunakan dan merawat kamera yang baik dan benar.

Apabila mechanical shutter unit rusak maka komponen ini dapat diganti dan kamera akan berfungsi seperti semula. Angka shutter count akan bertambah atau jasa perbaikan kamera ada yang menjanjikan dapat me-reset shutter count.

Karena mechanical shutter merupakan bagian yang penting untuk dipantau pada jenis kamera digital SLR dan MILC maka pabrikan mencatat informasi jumlah penggunaan tombol shutter pada Exchangeable Image Format (EXIF) metadata file gambar yang dihasilkan kamera. Pada EXIF terdapat informasi shutter count yang menunjukkan telah berapa kali tombol shutter dipencet untuk menghasilkan gambar. Sedangkan pada gambar hasil jepretan kamera saku dengan electronic shutter merk Samsung dan Canon yang saya gunakan tidak memberikan infromasi shutter count pada EXIF-nya.

Bagi calon pembeli body kamera bekas, shutter count berguna untuk mengetahui frekuensi tombol shutter dipencet sehingga kriteria baru tidak hanya dilihat dari lamanya jangka waktu digunakan sejak tanggal pembelian. Mungkin saja body kamera masih mulus seperti baru, tetapi sudah digunakan puluhan ribu kali mengambil gambar. Atau bodynya tidak mulus karena kurang dirawat, tetapi memang jarang digunakan untuk mengambil gambar. Pembeli body kamera bekas harus jeli terhadap barang yang akan dibelinya.

Cara mengetahui shutter count dari artikel yang panjang lebar ini sebenarnya sangat singkat dan mudah. Perangkat lunak pengolah gambar, Photoshop, xnview yang freeware, dan lain-lain menyediakan fasilitas informasi shutter count. Bahkan aplikasi online untuk memeriksa shutter count banyak pilihan dan mudah sekali penggunaannya. Contohnya: Camera shutter count online, Nikon shutter count online, Myshutter count, dan Shutter counter. Sedangkan saya suka menggunakan freeware Opanda IExif untuk memeriksa shutter count.

shutter-count

Screenshot shutter count kamera saya dengan Opanda adalah produksi gambar ke 21962.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *