Olimpiade Matematika Internasional

Kini, pelajar Indeonesia yang menyukai mata pelajaran matematika punya banyak alternatif mengasah otak dan mengembangkan bakat dengan mengikuti olimpiade-olimpiade tingkat nasional maupun internasional. Di antaranya publikasi melalui situs web Surya Institute yang dikelola Profesor Yohanes Surya yang mengenalkan cara belajar matematika GASING (Gampang Asyik dan Menyenangkan) memberi kesempatan pada para pelajar Indonesia untuk mengikuti olimpiade matematika.

Cara mengikuti olimpiade via Surya Institute sangat mudah. Pelajar mendaftar melalui surel (email), mengisi identitas dan kelas lomba sesuai kelas di sekolah lalu menransfer  biaya pendaftaran. Panitia pendaftaran akan mengirimi via email daftar peserta yang berhak mengikuti olimpiade matematika beserta jadual dan lokasi lomba. Pada saat lomba peserta datang, masuk ke dalam kelas lalu mengerjakan soal-soal kemudian beberapa bulan lagi diumumkan hasilnya. Administrasi dan prosesnya gampang dan tidak merepotkan sehingga slogan matematika Gampang Asyik dan Menyenangkan sesuai dengan cara mereka mengelola lomba.

Contohnya, peserta olimpiade matematika Singapore & ASEAN Schools Maths Olympiad (SASMO) mulai dari kelas 2 SD hingga kelas 9. Soalnya dapat memilih Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris. Kualitas soal-soalnya kelas olimpiade dengan jenis soal penalaran. Reputasi dan integritas penyelenggara oleh Yohanes Surya menurut saya sangat terpercaya. Tidak ada iklan dan penjualan produk yang terkait penyelenggaraan lomba sehingga siapa saja dapat mengikutinya. Lomba-lomba yang diselenggarakan dengan tujuan murni belajar keilmuan yang mengutamakan kebenaran dan kejujuran.

Lomba lain inisiatif dari Prof Yohanes Surya adalah Asian Physics Olympiad (APhO) yang dilaksanakan bulan Mei 2013 di Bogor diikuti 146 peserta dari 20 negara. Indonesia berhasil meraih The Absolute Winner. Para peserta dari Indonesia yang menjuarai lomba-lomba ini meskipun belum tentu diakui kepandaiannya oleh sekolah-sekolah dan universitas-universitas di Indonesia, karena sertifikat juara lomba tidak dikenali dan belum populer sehingga tidak dapat sebagai bahan rekomendasi, namun punya kesempatan diterima di universitas ternama di luar negeri berkat link dengan universitas di luar negeri dan reputasi Prof. Yohanes Surya. Visi Prof. Yohanes Surya pada tahun 2030 Indonesia harus sudah memiliki 30.000 doktor bidang sains dan teknologi diimplementasikan melalui lomba-lomba sains yang mereka selenggarakan.

Contoh Video Youtube Metode Gasing Yohanes Surya

Lomba matematika lainnya dengan soal-soal kelas olimpiade adalah lomba yang diselenggarakan oleh Klinik Pendidikan MIPA (KPM) (Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam). Nama lombanya adalah Kompetisi Matematika Nalaria Realistik (KMNR) nyang tahun 2013 telah dilaksanakan tahun ke-8. Babak penyisihan dilaksanakan di kota kabupaten masing-masing, semifinal hingga final di ibu kota kota provinsi. Final dilaksanakan pada tanggal 21 April 2013 di Parung Bogor Jawa Barat.

Peserta KMNR terdiri dari siswa kelas 3 hingga kelas 11 dengan jumlah peserta babak penyisihan 30.816 siswa. Kemudian pada babak semifinal terpilih 6.420 peserta dan babak final terdiri dari 1.070 peserta. Peserta yang meraih medali di babak final mendapat pelatihan cara mengerjakan soal matematika dengan metode penalaran dan berhak mengikuti Olimpiade Matematika tingkat internasional. Lomba yang akan diikuti oleh para pemegang medali KMNR di antaranya adalah Australian Mathematics Competition dan International Mathematic Contest (IMC) Singapura yang dilaksanakan awal Agustus 2013. Di akhir tahun 2013 di Bogor juga akan diselenggarakan AITMO (Asian Inter-cities Teenagers Mathematics Olympiad) — for junior secondary students around the Eastern Asian region dengan tim dari KPM sebagai penyelenggara dan tuan rumah.

Uniknya lomba yang diselenggarakan KPM yang direkturnya Ir. R. Ridwan Hasan Saputra, M.Si yang tahun 2007 pernah mendapat penghargaan Satya Lencana Wira Karya dari yaitu metode pendaftaran dengan biaya seikhlasnya. Setiap pelaksanaan lomba disediakan kotak untuk memasukkan uang dari peserta dengan nominal seikhlasnya. Selain itu para pemegang medali KMNR akan dites tulis soal matematika dan wawancara tentang keimanan terhadap agamanya masing-masing untuk seleksi peserta yang akan dikirim ke IMC Singapura. Seorang siswa tidak semata-mata dilihat kepandaiannya tetapi juga sikap dan mentalnya. Tujuan lomba tidak sekedar untuk mendapatkan medali semata.

KPM menerbitkan 15 keping CD seri video belajar matematika dengan pengajar Ridwan Hasan Saputra menggunakan metode Matematika Nalaria Realistik yang dapat disebarluaskan tanpa perlu ijin dari KPM alias free royalty. Dari video tersebut siswa dapat belajar mandiri di rumah masing-masing dengan nonton video cara mengerjakan soal-soal olimpiade dengan cara penalaran. Cara KPM memecahkan soal-soal matematika menambah khasanah bagi siswa untuk belajar di samping cara GASING dari Prof Yohanes Surya. Metode Matematika Nalaria Realistik dari Ridwan Hasan Saputra terbukti telah mengantarkan siswa-siswa yang dibimbingnya berhasil meraih banyak sekali medali dari berbagai event olimpiade internasional. Setiap tahun KPM mengirim siswa untuk mengikuti olimpade tingkat internasional di berbagai negara dan selalu meraih medali.

 KMNR-siap

Pelaksanaan KMNR 8 di Gedung Olahraga Pusat Pengembangan SDM Aparatur Perhubungan, Parung Bogor. 21/4/2013

Tanggal 21 April kebetulan hari ulang KPM. Siswa KPM Bogor memberikan hadiah karikatur kepada direktur KPM Ridwan Hasan Saputra.

 

Acara-acara lomba yang mencerdaskan bangsa kini kurang menarik perhatian wartawan karena TV lebih suka menyiarkan berita infotaintment dan politik. Tapi KMNR 8 di Bogor ada lho liputan dari Bali TV…

 

Medali bagi finalis KMNR 8. Lomba tidak semata-mata meraih medali ini atau demi IMC Singapura.

AITMO 2013

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *