Kenangan Jakarta Tempoe Doeloe

Pada hari Minggu bulan Maret, saya  datang terlalu pagi di Jakarta demi mendapatkan tiket Garuda pergi pulang pada hari itu yang termurah dari Yogyakarta. Pukul 07.00 WIB telah tiba di Bandara Soekarno Hatta, lalu naik Bus DAMRI Bandara menuju stasiun Gambir dan tiba pukul 08.30 WIB. Padahal acara utama dimulai pukul 11.00 WIB sehingga punya waktu luang lebih dari dua jam. Waktu dua jam itu saya gunakan untuk jalan-jalan di kawasan stasiun Gambir dan Kota.

Kondisi bangunan stasiun Gambir  dan Kota masih sama dengan kondisi satu dasawarsa lalu. Nilai sejarah arsitektur bangunan suasana Jakarta tempo doeloe masih dipertahankan. Perubahannya adalah lingkungan yang lebih bersih, suasana di ruang tunggu lebih tertib dan nyaman. Dulu setiap hari saya melewati wilayah stasiun Kota ketika berangkat ke kantor bank di Jalan Roa Malaka Selatan, maka kali ini saya kembali berkunjung untuk mengenang wilayah tersebut.

Dari stasiun kota saya melewati lorong, jalan bawah tanah ke arah barat. Bajaj-bajaj yang dulu pernah kami naiki masih ada dengan warna yang sama. Asap knalpot mengepul dan suara nyaring knalpot bisingnya masih menjadi TM

Namun ada bajaj baru yang katanya ramah lingkungan. Berbahan bakar gas (elpiji) dan berwarna biru. Suaranya pun tidak bising, namun tetap dengan gaya nyetir tidak kalah dengan pengendara bajaj lama yaitu mampu menyusuri gang sempit dan menembus kemacetan jalan-jalan di ibu kota.

Kemudian saya jalan-jalan ke kawasan kota tua, museum Fatahillah. Di sini saya menemukan suasana Jakarta tempo doeloe, tidak berubah dengan satu dasawarsa lalu. Adegan seniman yang memasukkan api ke dalam mulutnya.

 
Kemudian berjalan ke arah sisi yang lain. Saya melihat seniman-seniman dan penjual barang dengan suasana mirip pasar Klithikan, pasar barang bekas di Yogyakarta.
 

Adu ketangkasan, dengan seribu rupiah jika dapat mendirikan botol akan mendapat hadiah ponsel. Permainan ini menguatkan persepsi pada sisi tertentu dibalik Jakarta modern pun masih ada yang Jadoel banget.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *