Wisata Biak Tanjung Barari

Air laut di pantai-pantai Biak Papua selalu jernih sepanjang tahun karena pencemaran dari limbah penduduk relatif sedikit dan letak pulau di wilayah samudera Pasifik menjadi pendukung kebersihan air laut. Pulau Biak yang didominasi oleh batu karang, setiap air hujan jatuh ke bumi segera diserap celah-celah batu karang yang berongga sehingga tidak membuat genangan air atau mengalir hingga ke laut. Maka tidak heran jika di sisi kanan-kiri jalan raya tidak ada saluran air tetapi tidak membuat permukaan jalan banjir ketika hujan deras.

Semua pantai di Biak enak digunakan untuk piknik, rekreasi, wisata keluarga karena keindahan pantai, kesegaran udara, dan ketenangan suasana dapat menyegarkan, menghilangkan kepenatan. Namun ada kekurangan di pantai-pantai tersebut yaitu fasilitas untuk pengunjung minim sekali sehingga pengunjung perlu membawa kebutuhan sendiri selama perjalanan. Akan tetapi jika tidak menginap selama perjalanan dan tidak memerlukan makanan kebutuhan khusus, maka tidak perlu persiapan macam-macam. Rasa lapar dapat diatasi dengan makan ikan yang melimpah ruah dijajakan di pasar atau beli langsung ke nelayan. Harga ikan segar murah sekali dan tanpa khawatir diawetkan formalin karena masih segar ditangkap dari laut pada hari yang sama.

Tanjung Barari

Pantai Tanjung Barari berjarak 30-an km arah timur dari kota Biak dapat dijangkau dengan mudah melalui jalan aspal yang mulus. Jalan aspal mulus berakhir hingga kawasan militer TNI berupa fasilitas Satuan Radar 242 Biak yang menjaga pertahanan dari serangan yang berasal dari luar wilayah Indonesia. Namun wilayah yang terbuka untuk publik berakhir satu kilo meter sebelum kawasan satuan radar. Air laut di pantai ini sangat jernih sehingga meskipun mandi sepanjang hari tidak membuat kulit terasa gatal. Pantai sangat sepi, tidak ada pengunjung lain selain rombongan kami, seolah-olah dunia ini milik kita….

 Tanjung Barari

Perlengkapan piknik.

Pengalaman saya piknik, berenang di pantai hampir setiap akhir pekan bersama teman-teman berbekal pemanggang ikan, arang, korek api, bumbu ikan, kecap, dan sambal. Ikan dibeli ke nelayan di pantai atau beli di pasar ikan. Nasi dibeli di warung di kota Biak untuk kebutuhan selama sehari. Minuman diperoleh dengan membeli kelapa muda yang banyak tumbuh di pantai. Murah sekali, bayar ongkos memanjat saja kepada penduduk setempat. Tempat berteduh dapat memanfaatkan pepohonan di pantai atau tenda. Sedangkan untuk menjangkau pantai wisata menggunakan kendaraan pribadi. Gaya hidup sehat, berenang setiap hari di air laut yang jerhih, bernafas di udara bersih nan segar dapat diperoleh dengan mudah di Biak.

Pantai di Biak yang ramai pengunjung hanya pantai Bosnik, cocok untuk rombongan keluarga dan anak-anak. Sedangkan pantai-pantai lain sepi sekali cocok untuk yang ingin mencari ketenangan dalam kesendirian. Pantai Marauw, Samber, dan Tanjung Barari cocok untuk menyelam dan menangkap ikan. Cara menangkap ikan secara tradisional dengan tombak atau jaring yang ditebar di pantai setelah air surut ikan terjebak dalam jaring dapat dijumpai di pantai-pantai tersebut.

Setelah berenang, snorkeling, dan bercanda dengan ikan yang berwarna-warni tentu perut minta segera diisi. Acara selanjutnya adalah bakar ikan dan makan bersama.

Bakar Ikan Bubara

Foto Kepulauan Padaido Biak

Photo Credit Flickr: Isnan Wijarno

Bandara Biak

Photo Credit Flickr: Isnan Wijarno

Pantai Marauw Biak

Photo Credit Flickr: Isnan Wijarno

Menangkap Ikan dengan Tombak di Laut yang Jernih

Photo Credit Flickr: Isnan Wijarno

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *