Sehari di Supiori

Supiori adalah kabupaten pemekaran tahun 2003 dari kabupaten Biak sehingga Biak Numfor sekarang hanya mempunyai dua wilayah pulau padat penduduk yaitu Pulau Biak dan Pulau Numfor setelah kehilangan wilayah Pulau Supiori. Pusat pemerintahan Kabupaten Supiori yang terletak di distrik Sorendiweri masih sepi dari aktifitas ekonomi penduduk. Aktifitas pegawai kantor pemerintah sebagian masih berkantor di Biak. Kantor-kantor pemerintah tampak lengang, maklum jumlah penduduk Supori tahun 2010 menurut BPS berjumlah 15.874 jiwa.

Distrik Sorendiweri kabupaten Supiori dapat ditempuh dengan jalur darat dari Biak dengan dua alternatif, yaitu melalui Biak Utara dengan 80-an kilo meter dan melalui Biak Barat dengan jarak tempuh 70-an kilo meter. Pemandangan alam melalui Biak Utara lebih bagus dibanding melalui Biak Barat, namun dengan kondisi jalan yang lebih terjal dan sempit. Pantai Biak Utara indah sekali, ombak menyembur di antara celah-celah batu karang sungguh menakjubkan. Ada juga air terjun Wafsarak, air jernih dan dingin yang mengalir dari hutan belantara yang terletak di distrik Warsa.

Antara pulau Biak dan Supiori seolah-olah tampak menyatu karena selat dihubungkan oleh jembatan seakan-akan hanya menyeberang sungai saja. Kondisi jalan semuanya telah beraspal, namun di beberapa tempat terjadi kerusakan. Kecepatan aman dan nyaman kendaraan 40-50 km per jam sehingga waktu tempuh kurang lebih dua jam, melalui jalan sepi yang jarang berpapasan dengan kendaraan lain. Kebutuhan bahan bakar kendaraan pulang pergi pun harus dipenuhi di SPBU Biak.

Sepanjang perjalanan dari Biak hingga Sorendiweri tidak ditemukan warung yang menjual nasi, sehingga jika terbiasa makan nasi harus membawa sendiri dari Biak. Tetapi jika suka makan ikan, perjalanan ke Supiori menginap pun tidak akan kelaparan karena dapat membeli ikan kepada nelayan setempat lalu ikan dibakar di rumah penduduk. Jika ingin bermalam dapat menginap di rumah penduduk setempat atau mendirikan tenda di tepi pantai sambil mendengar deburan ombak.

Pengalaman beberapa kali perjalanan ke Supiori saya persiapan dengan roti untuk jaga-jaga makan malam di jalan jika perjalanan pulang terlalu malam. Sedangkan makan pagi dan siang dengan cara memesan makanan di warung makan di Biak. Beberapa rumah makan Padang di Biak melayani pesanan yang dapat diambil pagi-pagi. Alternatif lain warung makan Arema dekas Pasar Inpres Biak yang buka paling pagi dan menjual nasi kuning serta menu masakan Jawa Timur lainnya.

Perjalanan ke Supiori menyusuri jalan yang dikelilingi hutan lebat dan menyusuri jalan di pantai-pantai yang indah tidak terasa lelah. Apalagi setelah sampai di tujuan mendapatkan yang diinginkannya. Para pehobi mancing, Korido laut yang terletak di Supiori adalah lokasi favorit pemancingan. Ikannya besar, banyak jenis, dan gampang di dipancing.

Sedangkan saya ketika mengunjungi Supiori kebetulan ada acara tari-tarian adat setempat sangat puas menonton atraksi tarian tradisional. Para penari mengekspresikan seni, bercerita kehidupan sehari-hari melalui gerakan tarian  dengan peralatan sederhana, namun benar-benar menghibur semua penonton. Sehari, seminggu, bahkan sebulan belum cukup untuk mempelajari budaya dan menikmati keindahan alam Supiori.

Tarian Tradisional Supiori

Speedboat bertenaga 750 PK untuk memancing

Photo Credit Flickr: Isnan Wijarno

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *