Teori Jendela Pecah

James Q. Wilson dan George Kelling mengenalkan Teori Jendela Pecah (broken windows theory) – The police and neighborhood safety di majalah The Altantic Monthly edisi Maret tahun 1982. Penulis buku, George L. Kelling, lalu menjadi konsultan untuk New York City Transit Authority pada tahun 1985.

Apabila sebuah bangunan dengan bagian jendela yang pecah tidak diperbaiki dan dibiarkan begitu saja, maka siapapun yang lewat cenderung menyimpulkan di rumah itu pasti tidak berpenghuni. Kemudian dalam waktu singkat akan ada lagi jendela yang pecah,  kemudian berkembang perusakan bagian bangunan yang lain dan anarki akan menyebar ke sekitar tempat bangunan itu. Kejahatan bersifat menular sama seperti trend mode pakaian. Dari hal-hal yang semula dianggap remeh seperti pecahnya sebuah kaca jendela yang dibiarkan, maka perbuatan lain yang serupa segera menyebar ke seluruh wilayah, akibat dari sebuah ketidakteraturan yang diabaikan.

Suatu kota yang kumuh, kotor, coretan di dinding-dinding jalan, fasilitas umum dan kerusakan di mana-mana akan disimpulkan oleh para penjahat bahwa mereka punya tertangkap relatif kecil karena kepedulian masyarakat sekitar tidak ada. Masyarakat tidak akan peduli untuk segera menghubungi polisi andaikan tahu mereka melakukan kejahatan. Segala jenis kejahatan lain akan berkembang di sekitar tempat itu karena tidak ada kepedulian oleh warganya.

Teori Jendela Pecah penyimpulan atas hubungan kasualitas dikritik oleh ilmuwan lain, David Thacher karena kerangka pemikiran yang mudah mengalami kekeliruan. Namun, apabila saya mengunjungi suatu kota maka untuk menjaga kewaspadaan akan keamanan selalu memanfaatkan teori jendela pecah.

Fakta tentang teori jendela pecah adalah yang terjadi pada Hotel Marauw, hotel bintang empat di Biak Papua. Hotel Marauw yang dibangun tahun 1991 dengan bahan-bahan berkualitas yang sebagian besar didatangkan dari luar Papua. Arsitektur hotel keren dan kokoh yang dinding-dinding kamar menempel di tebing karang tersusun ke atas enam tingkat. Perpindahan tamu hotel dari lantai dasar hingga lobi yang terletak di puncak bukit digunakan lift dan semua kamar menghadap Samudera Pasifik sehingga dapat menikmati keindahan pantai. Tamu dapat masuk ke hotel dari pintu masuk di atas bukit jika datang menggunakan kendaraan/mobil atau dari pintu masuk dari arah pantai jika datangnya menggunakan kapal speedboat. Keren… beberapa wisatawan asing yang pernah menginap di hotel kemudian kembali melihat hotel yang mengalami kerusakan hebat telah meneteskan air mata.

Karena krisis ekonomi hotel bernilai ratusan miliar rupiah tersebut bangkrut lalu ditinggalkan pemiliknya. Meskipun pemerintah daerah setempat memiliki saham namun tidak mampu menjaga anarkhi terhadap bangunan. Satu per satu aksesoris dan bagian-bagian hotel dijarah dan dalam waktu kurang dari lima tahun telah rata dengan tanah. Bukti pernah adanya peradaban modern berupa bangunan di Samudera Pasifik musnah, tinggal kenangan. Pengunjung atau wisatawan asing yang pernah menginap di hotel Marauw yang hendak menginap kembali, harapan saya dapat menemukan foto ini dari mesin pencari Google.

Foto diambil Agustus 2006.

 

 

Foto diambil Oktober 2008, dari arah yang sama sisa lift saja.

 
Foto diambil Agustus 2006 dari lantai enam.
 
Foto diambil Oktober 2008, dari arah yang sama tidak ada lagi lantai enam.
 
 
Foto lobi diambil April 2007.
 
 

 Photo Flickr Gallery Marauw Hotel Biak

 

Untuk resolusi gambar lebih besar kunjungi Flickr di sini

Satu gagasan untuk “Teori Jendela Pecah

  1. Liza

    Saya sungguh sangat prihatin & sedih membaca artikel ini & melihat fotonya, ingin menangis rasanya. Bulan Sept 2006 sy menyempatkan mengunjungi tempat ini (jadi sebulan setelah pengambilan foto di atas) itu saja sudah menyayangkan kondisi hotel ini apalagi stl melihat foto2 di atas yg diambil Okt 2008, hanya kira2 2 thn stl sy ke sana

    My answer:"Akhir tahun 2008 tidak menyisakan bangunan berdiri, tapi telah rata dengan tanah. Konon, dulu Hotel Marauw merupakan termewah, terbesar, dan termegah se wilayah Papua Maluku."

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *