Ubuntu 11.10 Oneiric Ocelot 64 bit Error RAID

Ubuntu “humanity towards others” adalah sistem operasi komputer yang didistribusikan gratis (freeware) dengan lisensi GNU General Public License (GNU GPL) dan memanfaatkan kode sumber (source-code) sumber terbuka (open source) berbasis Linux mempunyai segudang kelebihan. Di balik kelebihan yang gratis untuk sistem operasi dan bermacam-macam aplikasi senilai puluhan juta rupiah, namun sedikit kekurangan Ubuntu yang dialami pengguna dapat membuat sakit kepala semalam karena harus mencari penyelesaian masalah secara mandiri.

Versi Ubuntu 11.04 tidak mengalami masalah, sukses instalasi pada pengaturan (hard disk) diska Redundant Array of Independent Disks (RAID) level 1 mirroring, dengan penyalinan data (redundan) yang sama pada diska lain. Dua diska dengan kapasitas sama akan mempunyai data yang sama persis (mirror) sehingga jika salah satu diska secara fisik rusak data dapat diselamatkan dengan data pada diska yang lain. Total kapasitas dari dua diska pada gambar 2x 640 GB hanya separuh yaitu 640 GB.

 

Foto dari Flickr: Isnan Wijarno

Embed Flickr Image: Click Picture to Enlarge

Gambar 1 RAID level 1 2 diska kapasitas sama.

RAID_MIRRORING

Pengaturan RAID level 1 mengurangi risiko kehilangan data akibat kerusakan diksa. Pada semester pertama tahun 2011 harga diska per GB relatif murah yaitu tidak lebih dari Rp 500,-. Harga 1TB adalah Rp 490.000,- namun sejak banjir melanda Thailand dan pabrik diska terendam banjir, harga menjelang akhir tahun meningkat hingga 200% dari harga semester pertama 2011. Pertimbangan harga diska yang murah menjadi pilihan pengaturan RAID 1 demi keselamatan data yang nilainya lebih dari nilai ekonomi harga diska.

Gambar 2, ASRock 970 Extreme4

EXTREME4

Pengalaman kegagalan instalasi Ubuntu 11.10 saya alami ketika mengganti papan induk (motherboard) Muscle Power dengan ASRock 970 Extreme4. Teknologi Basic Input Output System (BIOS) berbasis grafik Unified Extensible Firmware Interface (UEFI), SATA3, USB3.0 pada papan induk baru yang berbeda dengan papan induk sebelumnya menjadi dugaan sumber penyebab kegagalan. Dalam pikiran malam itu, “Wah Ubuntu belum mengenal UEFI, USB3, SATA3”. Pengaturan perangkat keras di BIOS diubah pada berbagai alternatif pilihan, satu per satu komponen; memori RAM, VGA, Prosesor, kabel-kabel di bongkar pasang barang kali ada yang kurang kencang tapi hasilnya nihil.

Selamat Datang

Gambar 3 nomor 1 di atas adalah tangkapan layar instalasi ke diska, Ubuntu Live CD mengenali diska, gambar 3 nomor 2. Klik lanjutkan

Siap Memasang Ubuntu

Gambar 4 nomor 1 dan 2 Ubuntu mengenali diska, internet terhubung dan klik lanjutkan nomor 3.

Jenis Instalasi

Gambar 5 diska tidak dikenali (kosong), meskipun pada gambar 5 nomor 1 dikenali diska.

Partisi Tidak Dikenal

Gambar 6 nomor 3, pesan kesalahan, “Sistem berkas root tidak didefinisikan”

Home Disk Info

Gambar 7 nomor 2 dan 3, diska dari Ubuntu Live CD dikenali partisi format  NTFS dan isinya dapat dibaca.

Hard Disk Info Disk Utility

Gambar 8 diska dilihat dari aplikasi Disk Utility, diska dikenali oleh aplikasi.

Meskipun diska dihapus, format seluruh partisi, hapus lagi, dan kapasitasnya 640 GB seperti baru dengan Gparted, Ubuntu 11.10 64 bit belum dapat juga menulis pada diska. Fedora 16 versi 64 bit memberi pesan kegagalan instalasi, “ada metadata RAID mirroring pada diska”.

Gambar 9 sukses Ubuntu 11.10 64 bit di ASRock 970 Extreme4

Sukses Pasang Ubuntu11.10 tipe 64bit

Solusi Ubuntu 11.10 versi 64 bit kali ini adalah memasang pada diska lain yang belum digunakan untuk pengaturan RAID dan susunan diska tidak menggunakan RAID. Anggapan penyebab kegagalan berasal dari jenis BIOS UEFI, SATA3 , ternyata tidak benar.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *