Makna Tanda Baca Elipsis Empat Titik

 

Artikel ini dibuat bukan karena iseng kurang pekerjaan, namun berdasarkan kisah nyata menjawab pertanyaan anak SD atas tanda baca elipsis empat titik (….) pada iklan Sensus Pajak Nasional. “Pak kenapa ada empat titik?” tanya A penasaran.

 

Sastra merupakan salah satu budaya yang wajib kita lestarikan, tak terkecuali anak-anak sejak dini diajari penulisan yang baik dan benar. Tanda baca menentukan makna dari sebuah kalimat. Begitu juga penggunaan istilah serapan asing pada kalimat hendaknya dihindari apabila ada istilah dalam Bahasa Indonesia.

Fenomena penggunaan tanda titik sering dipakai dalam pesan pendek ponsel dan status twitter karena keterbatasan jumlah karakter yang dapat ditulis sekali kirim. Solusinya dengan menghilangkan sebagian kata atau kalimat, di awal atau akhir dengan menuliskan elipsis.

Kutipan dari Permendiknas 46 tahun 2009 tentang EYD (Ejaan Yang Disempurnakan).

1. Tanda elipsis dipakai dalam kalimat yang terputus-putus.

Misalnya:

Kalau begitu …, marilah kita laksanakan.

Jika Saudara setuju dengan harga itu …, pembayarannya akan segera kami lakukan.

2. Tanda elipsis dipakai untuk menunjukkan bahwa dalam suatu kalimat atau naskah ada bagian yang dihilangkan.

Misalnya:

Sebab-sebab kemerosotan … akan diteliti lebih lanjut.

Pengetahuan dan pengalaman kita … masih sangat terbatas.

Catatan:

(1) Tanda elipsis itu didahului dan diikuti dengan spasi.

(2) Jika bagian yang dihilangkan mengakhiri sebuah kalimat, perlu dipakai 4 tanda titik: 3 tanda titik untuk menandai penghilangan teks dan 1 tanda titik untuk menandai akhir kalimat.

Dengan demikian, pada gambar ilustrasi di atas, setelah kata “Sukseskan….” ada empat tanda titik tanpa spasi dapat ditafsirkan ada bagian yang dihilangkan yang letaknya pada akhir kalimat. Kalimat yang dihilangkan ada pada bagian berikutnya yaitu Sensus Pajak Nasional.

Namun apabila maksud dari kalimat “Sukseskan Sensus Pajak Nasional” adalah ungkapan, ajakan, yang menggambarkan kesungguhan, maka tanda baca yang paling cocok yaitu tanda seru (!). Tanda seru dipakai untuk mengakhiri ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, ataupun emosi yang kuat. Sensus Pajak Nasional Sukseskan!

Tinggalkan Komentar

Alamat email tak dipublikasi. Panjang komentar 100-600 karakter. Wajib diisi! *

1 + 7 =   <= Wajib jawab kuis, sebelum...