Blokir Panggilan dan SMS yang Tak Diinginkan

Keresahan masyarakat karena pencurian pulsa melalui SMS Premium, penyedia konten, dan layanan operator seluler yang kurang baik kini mencapai puncaknya. Pulsa milik pemegang nomor telepon seluler disedot terus-menerus dan tidak dapat dihentikan. Jika mengadu ke operator seluler akan mendapat jawaban dengan template yang sama untuk semua orang, seperti berbicara dengan mesin. Pelanggan diposisikan sebagai orang yang tidak mengerti, bodoh, salah dan sebagainya (under estimate) oleh penyedia konten maupun operator seluler. Misalkan jawaban;

  1. “Menurut catatan di sistem kami berjalan normal, silakan unreg lagi dengan format sebagai berikut.”
  2. “Mohon maaf sistem kami sedang mengalami gangguan, coba ulangi lagi.”
  3. “Format SMS yang anda masukkan salah” dan sebagainya.

Jika mengalami kejadian yang merugikan konsumen tanpa penyelesaian yang baik oleh penyedia jasa akan mengadu ke mana lagi? Menulis keluhan surat pembaca di koran, blog, atau lapor kepada pihak berwajib. Boro-boro mendapat penyelesaian, justru gugatan pencemaran nama baik yang didapat jika mencoba melawan korporasi besar yang punya segalanya untuk menindas konsumen dengan kerakusan gaya bisnisnya.

Prinsip bisnis pada umumnya pelanggan yang loyal terhadap suatu produk akan mendapatkan layanan lebih baik dan lebih murah sebagai imbalan pelanggan setia. Tapi model bisnis operator seluler di Indonesia lain. Harga lebih murah percakapan per menit maupun per pesan diperoleh bagi pelanggan pra bayar (istilah untuk membayar pulsa di muka) yang suka ganti-ganti kartu perdana baru.

Saya punya pengalaman pengalaman buruk tentang penggunaan internet ketika berlangganan dengan operator dengan jangkauan jaringan terluas. Berlangganan unlimited + paket modem di awal tahun 2009, namun setelah digunakan dua bulan koneksi yang diterima sangat lambat, bahkan untuk buka web berita saja melalui komputer tidak bisa. Padahal tinggal di kota Yogyakarta dan mencoba mendekat menara BTS pun tidak dapat signal 3G seperti yang dijanjikan up to ratusan kbps. Sebel juga mengadu bolak-balik ke kantor operator seluler. Dan akhirnya menghentikan langganan setelah tiga bulan tak dapat layanan kecuali dapat modem yang harus ditebus/wajib dibeli dengan harga Rp 1,8 jutaan. Pil pahit harus dirasakan ketika berlangganan internetan paket unlimited ternyata ketika digunakan melalui ponsel harus membayar tagihan Rp 5 per kb dengan alasan salah seting APN, licik sekali cara bisnis operator langgananku.

Masih dari operator yang sama saya mengalami panggilan teror dengan mode nomor disembunyikan hingga berjam-jam, berkali-kali, siang-malam. Namun permintaan ke contact center agar diblokir setiap panggilan yang disembunyikan tidak dilayani oleh operator seluler langgananku, padahal berlangganan nomor yang diteror lebih dari sepuluh tahun. Jika ingin mengetahui nomor pemanggil harus ada laporan ke Polisi dulu (persyaratan yang tidak bijak). Kondisi layanan yang saya terima pada saat itu berada dalam ketidakpuasan di titik terendah, namun tak tahu harus berbuat apa. Mengadu kepada siapa pun nampaknya tidak ada yang peduli. Pemerintah asal dapat setoran pajak dari perusahaan operator seluler, masa bodoh dengan keluhan masyarakat, tidak mengeluarkan aturan yang melindungi hak-hak konsumen.

Operator seluler tak peduli tentang kenyamanan konsumen akibat teror panggilan tersembunyi, asalkan penelepon bayar pulsa okelah silakan meneror pelanggan kami sepuasmu. “Memang SOP begitu,” jawab petugas di ujung telepon. SOP buatan manusia juga, kenapa dibuat begitu. Saya merasa dijajah oleh korporasi, membayar abonemen bulanan untuk menggaji mereka dengan suasana kerja yang nyaman, mobil-mobil mereka yang bagus-bagus di pelataran parkir, namun ketika para pegawai korporasi itu dimintai bantuan agar mencegah gangguan padaku tidak mau karena alasan SOP. Cara bisnis operator seluler dengan layanan model seperti ini lebih kejam dari penjajahan Belanda zaman VOC dulu. Sangat tragis, etika bisnis yang tidak berperikemanusiaan, apalagi berkeadilan. Jawaban dan layanan dari operator seluler sama artinya dengan “Mati dan ke laut aja loe, loe mati gak ada artinya, masih jutaan pengguna lama dan calon pengguna baru di negeri ini”. Mati satu tumbuh jutaan… ha ha ha….

Saya tanya teman atas pengalaman mereka dengan operator lain perilakunya hampir sama, sehingga satu operator masa bodoh dengan layanan yang baik terhadap pelanggannya. Toh tahu jika pelanggan pindah ke operator lain pun akan mengalami layanan yang sama buruknya, tersandera lah konsumen. Sadis….

Untuk internetan kemudian saya memakai layanan operator dengan sinyal kuat. Meskipun lebih baik dari operator yang jangkauan jaringannya terluas. Sistem-nya sering bolak-balik diubah dan akibatnya merugikan konsumen. Mulai dari hal sepele ganti sistem log in dari username berupa alpabet nama ke nomor simcard numerik. Isi pulsa nomor untuk internetan tidak langsung bisa dipakai harus melalui proses yang berbelit. Sinyal memang kuat karena saya memakai antena luar yang disambung ke modem, namun janji akan mendapat bandwith up to tidak pernah didapatkan konsumen.

Setiap kegagalan koneksi selalu konsumen yang dianggap salah, bodoh tidak ngerti. Jawaban petugas mungkin user name atau password salah dan jawaban template lainnya. Suatu ketika saya datang ke kantor layanan dengan membawa laptop, modem, simcard,  dan memberikan username dan password kepada petugasnya agar mencobanya sendiri dan tidak menyalahkan pelanggan serta membenahi sistemnya. “Oo… masalah seperti ini baru kali ini kami mengalami, masalah unik untuk nomor ini” begitu jawabnya. Mencoba layanan pelanggan di kantor pelayanan kota lain pun sama. Nah loh….

Dari setiap keluhan kepada operator melalui email saya menyimpan arsipnya, sehingga ketika dilayani oleh petugas yang berbeda hanya meneruskan pertanyaan dan jawaban sebelumnya, atau ketika datang ke kantor layanan pelanggan dicetak riwayat pertanyaan dan jawaban sebelumnya. Tidak lupa saya lampirkan sreenshot dari setiap error di percakapan email.

Untunglah, kini masalah SMS tidak dikenal yang masuk ke ponsel, panggilan tersembunyi, panggilan dari nomor yang tidak dikehendaki dapat ditolak setelah di pasaran dijual ponsel berbasis sistem operasi Android. Nomor layanan SMS premiun, panggilan dari agen kartu kredit, asuransi dan sebagainya dapat diblokir namun tetap dicatat di log panggilan terblokir atau SMS yang masuk. Banyak aplikasi untuk ponsel di Android Market, baik yang berbayar atau gratis, di antaranya call blocker, call control, call filter, call filter pro, dan Mr Number. Hidup menjadi lebih nyaman, tidur lebih nyenyak tanpa gangguan SMS masuk “mama minta pulsa”. Pemakaian ponsel tetap optimal tanpa campur tangan operator seluler, namun kemandirian pelanggan mencari solusi sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *