Menghindari Malaria ketika Wisata ke Papua

 Laut dan Langit Biru Sepanjang Tahun

Keindahan alam Papua bagaikan sepenggal surga yang jatuh ke bumi belum mampu menarik kunjungan wisatawan dalam jumlah besar. Alasan yang menjadi pertimbangan adalah biaya perjalanan yang relatif mahal dan ancaman terjangkit penyakit malaria. Sebagai gambaran harga tiket pesawat di masa liburan Jakarta Papua (Biak, Sorong, Jayapura) antara 2-4 juta. Sedangkan Papua sebagai daerah endemik malaria, data UNICEF tahun 2009, estimasi angka sakit 17% dari jumlah penduduk. Perkiraan satu juta orang per tahun meninggal di seluruh dunia karena malaria. Memang, malaria penyakit yang menakutkan.

Perlengkapan jika akan wisata atau tinggal di Papua hanyalah perangkat yang mencegah dari gigitan nyamuk. Ibaratnya, semua yang ada di P. Jawa ada pula di kota-kota Papua kecuali Monas. Tidak usah kuatir akan barang-barang kebutuhan sehari-hari, pakaian dan lainnya. Selisih harga 10-20% saja dari harga di P. Jawa. Misalkan di Jayapura, Timika, Sorong juga ada restoran waralaba dari Amerika. Kafe, hotel dan tempat hiburan juga bertebaran di mana-mana.

Bagaimana agar tidak terjangkit malaria? Jangan digigit nyamuk. Apa mungkin di Papua yang masih banyak hutan bisa selamat dari gigitan nyamuk? Berikut ini salah satu cara menghindari ancaman malaria jika akan tinggal di Papua:

  1. Mengolesi bagian tubuh yang terbuka dengan cairan anti nyamuk;
  2. Menghindari tempat yang banyak nyamuk;
  3. Selalu waspada setiap saat dari ancaman gigitan nyamuk;
  4. Memasang kasa anti nyamuk di jendela dan pintu;
  5. Apabila tidur menggunakan kelambu;
  6. Menyemrot ruangan dengan cairan anti nyamuk;
  7. Jaga kesehatan, daya tahan tubuh;
  8. Makan tablet cloroquin untuk pencegahan dua s.d empat butir tiap dua minggu.

Malaria yang menjangkiti manusia disebabkan oleh infeksi protozoa dari genus plasmodium yaitu Plasmodium (P) falciparumP. malariaeP. ovale, dan P. Vivax. Malaria menular dengan vektor pembawa nyamuk Anopheles betina yang telah terinfeksi protozoa yang kemudian menggigit manusia dan mengeluarkan air liur yang mengandung sporozoite dan mengalir dalam aliran darah manusia. Pada saat itulah manusia yang digigit nyamuk pembawa penyakit malaria mulai terjangkiti. Apabila tubuh tidak kebal (imun) maka akan jatuh sakit.

Meskipun malaria telah menjangkiti manusia sejak ribuan tahun lalu, obat malaria yang beredar di Indonesia hingga kini belum ada obat terbukti benar-benar efektif menyembuhkan. Obat baru antimalaria artequick yang mampu membunuh parasit dalam 24 jam, dikembangkan di China dan diuji coba di Afrika belum beredar di Papua. Bahkan tahun 2007 di Timika Papua, tiga jenis obat penyakit malaria yang banyak dipakai masyarakat, yaitu cloroquin, piremetamin, dan sulvadoxin, tidak mempan lagi mengobati pasien malaria.

Gejala malaria adalah demam, menggigil, berkeringat, dan mungkin ada gejala lain seperti sakit kepala, nyeri otot, diare, mual dan muntah, kejang, penurunan kesadaran, gagal ginjal, koma, bahkan kematian. Apabila mengalami gejala di atas segera tes darah ke bidan atau Puskesmas terdekat. Alat tes darah Rapid Diagnostic Test (RDT) dapat dengan mudah ditemukan di Papua. Hanya dibutuhkan setetes darah yang ditusuk di ujung jari untuk mengetahui jenis malaria yang menjangkiti. Obat untuk mengurangi rasa sakit akibat malaria juga mudah diperoleh di apotek-apotek di Papua. Tapi pada umumnya orang yang tinggal di Papua dalam waktu lebih dari satu bulan sebagian besar akan tertular malaria. Pulang dari Papua ada tambahan gelar baru MM (master malaria) karena sakit berulang kali akibat malaria.

Mitos yang beredar di Papua adalah menghindari perut dalam keadaan lapar dan banyak istirahat agar tidak terjangkit malaria atau kambuh malaria yang telah menjangkitinya. Namun pengalaman saya tiga tahun di Papua hingga tiga tahun setelahnya tidak terjangkit malaria. Tipsnya justru bertentangan dengan mitos, yaitu hanya makan jika telah terasa sangat lapar, banyak olah raga, dan tidak tidur di siang hari. Meskipun sering kali digigit nyamuk karena daya tahan tubuh kuat maka parasit yang ada dalam aliran darah tidak berkembang, mungkin…

Simpulan, jika akan wisata ke Papua ancaman malaria dapat dihindari asal waspada. Semua tempat alamnya indah, laut dan langit biru, dan pantai bersih dari pencemaran. Hutan lebat yang merupakan paru-paru dunia karena musim hujan sepanjang tahun.

Skyline Jayapura Papua

Photo Credit Flickr: Isnan Wijarno

Jayapura Papua

Photo Credit Flickr: Isnan Wijarno

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email tak dipublikasi. Panjang komentar 100-600 karakter. Wajib diis! *

5 + 6 =   <= Wajib jawab kuis, sebelum...