Zakat Sebagai Pengurang Penghasilan Neto?

Terkait dengan artikel sebelumnya, tentang zakat sebagai faktor pengurang penghasilan bruto, namun dalam formulir SPT PPh Orang Pribadi 1770 induk, zakat dimasukkan sebagai pengurang penghasilan neto tentu akan rancu ketika praktik pengisian SPT. Padahal di Undang-undang, zakat dinyatakan sebagai pengurang penghasilan bruto. Cara menghitung penghasilan neto adalah mengurangkan penghasilan bruto dengan biaya-biaya (pasal 6 UU PPh), di antaranya zakat.

Konsep penghasilan bersih (neto/earning) dalam UU PPh  adalah laba setelah dikurangi (bersih) dari biaya-biaya. Dari penghasilan neto pengurang yang diperkenankan adalah Penghasilan Tidak Kena Pajak (jika ada) untuk menentukan Penghasilan Kena Pajak lalu dikalikan tarif pajak.

Bagi wajib pajak orang pribadi yang menghitung penghasilan bruto dengan pembukuan kemungkinan akan ganda memasukkan  zakat dengan tidak sengaja. Yaitu apabila dalam menghitung penghasilan bruto, zakat sebagai pengurang penghasilan sedangkan pada formulir SPT Tahunan mengisi lagi sebagai pengurang penghasilan neto. Apabila konsep zakat/ sumbangan wajib keagamaan disamakan dengan sumbangan yang lain, tempat yang cocok dimasukkan pada pasal 6  (biaya-biaya pengurang penghasilan bruto) UU PPh bukan pada pasal 9 (pengurang penghasilan kena pajak), agar tidak menimbulkan kerancuan ketika mentransformasi pada formulir SPT.

Ketidaktepatan memasukkan zakat dalam pasal di UU PPh berakibat pula SPT Tahunan PPh Orang Pribadi yang ada hingga sekarang (SPT 2010) zakat dikurangkan penghasilan neto (kelompok A – Penghasilan neto angka 5,6,7). Dapat dikatakan salah desain SPT dan harapan tahun ada perbaikan dari Ditjen Pajak agar zakat tidak dikelompokkan sebagai pengurang penghasilan neto karena UU menyatakan dapat sebagai pengurang penghasilan bruto.

Apabila di SPT Tahunan zakat dipaksakan masuk sebagai pengurang dalam kelompok penghasilan neto perlu ada istilah baru yaitu penghasilan neto sebelum zakat. Dengan demikian penghasilan neto sebelum zakat dikurangi zakat adalah penghasilan neto, sebagaimana istilah penghasilan neto yang berlaku saat ini.

#zakat sebagai pengurang penghasilan bruto, bukan neto.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *