Sikap Ilmuwan sebagai Peneliti

Pada dasarnya semua orang pernah melakukan penelitian walaupun menggunakan metode penelitian non ilmiah (unscientific) karena dorongan rasa ingin tahu, untuk mendapatkan kebenaran. Namun ketika seseorang peneliti menggunakan metode penelitian ilmiah (scientific research) sering menemukan hambatan. Di samping peneliti dituntut menguasai cabang ilmu pengetahuan yang ada hubungan dengan masalah yang diteliti, untuk mengurangi hambatan, peneliti juga harus memiliki sikap-sikap yang dibutuhkan seorang ilmuwan sebagai peneliti yaitu:

  1. Objektif, faktual, yaitu peneliti harus memiliki sikap objektif dan peneliti memulai pembicaraannya berdasarkan fakta;
  2. Open, fair, responsible, yaitu peneliti harus bersikap terbuka terhadap  berbagai saran, kritik, dan perbaikan dari berbagai kalangan. Begitu pula peneliti harus bersikap wajar, jujur dalam pekerjaannya, serta dapat mempertanggungjawabkan semua pekerjaannya secara ilmiah;
  3. Curious, wanting to know, yaitu peneliti harus memiliki sikap ingin tahu terutama kepada apa yang diteliti dan senantiasa haus akan pengetahuan-pengetahuan baru. Berarti bahwa peneliti adalah orang-orang yang peka terhadap informasi dan data;
  4. Inventive always, yaitu peneliti harus memiliki daya cipta, kreatif, dan senang terhadap inovasi.

Selanjutnya peneliti dituntut memiliki kemampuan lain yaitu:

  1. Think, critically, systematically, yaitu peneliti adalah seorang yang memiliki wawasan, mempunyai kemampuan krtitis, dan dapat berfikir sistematis;
  2. Able to create, innovate, yaitu peneliti harus memiliki kemampuan mencipta karena harus selalu menemukan atau membuat penemuan-penemuan baru;
  3. Communicate affectivity, yaitu peneliti harus memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dan memengaruhi pihak lain dengan komunikasi itu;
  4. Able to identify and formulate problem clearly, yaitu mampu mengenal dan merumuskan masalah dengan jelas;
  5. View a problem in wider context, yaitu mampu melihat suatu masalah dalam konteks yang luas karena suatu masalah biasanya tidak berdiri sendiri.

 

Sumber: Disarikan dari ceramah M. Muhnilabbib UMM Malang 19-07-1984 yang saya kutip dari buku “Penelitian Kualitatif” Prof. Dr. H.M. Burhan Bungin.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *